Antisipasi Pekat, Tim 7 Payakumbuh Gelar Razia

0
367

PAYAKUMBUH, KP – Menanggapi laporan masyarakat terkait berbagai Penyakit Masyarakat (Pekat) di Payakumbuh, Tim Penegak Peraturan Daerah (Perda) yang tergabung dalam Tim 7 melakukan razia ke sejumlah tempat, Sabtu (20/8) sekitar pukul 23.30 WIB.

Dalam razia yang diikuti unsur TNI, Polri, POM, dan Satpol PP itu, tim mendatangi sejumlah kafe di Payakumbuh. Namun ketika petugas datang, beberapa kafe sudah tutup. Sementara, terhadap sejumlah kafe yang masih buka diperingatkan agar tidak lagi buka hingga larut malam.

Selain melakukan razia ke kafe-kafe dan tempat hiburan malam yang masih buka hingga larut, tim gabungan juga menciduk belasan anak punk yang meresahkan dan berkeliaran di pusat kota.

Belasan anak punk yang diamankan tersebut diamankan ke Markas Pol-PP di Kantor Balaikota Baru di eks lapangan Poliko. Di markas Satpol PP Payakumbuh itu, kawanan anak punk itu diberi pembinaan oleh Pimpinan Tim 7, Fauzi Firdaus, yang juga Kasatpol-PP Payakumbuh dan jajarannya, Minggu siang (21/8). Selain itu rambut mereka juga dipotong oleh teman mereka sendiri.

Terpisah, Lurah Talang, Gusmardi, mengapresiasi razia rutin yang dilakukan Tim 7 meski beberapa kafe telah tutup sebelum petugas datang.

“Masyarakat kita di Kelurahan Talang kerap mengeluh dengan jam operasi Kafe Cinta Fitri yang buka hingga larut malam. Padahal, sebelumnya, warga pernah marah dan membakar kafe tersebut karena adanya perempuan berpakaian tidak senonoh mangkal di sana. Kondisi melanggar norma-norma itu sampai sekarang berlum terlihat adanya perubahan,” sebut Gusmardi.

Maraknya kafe dan tempat hiburan yang buka hingga larut malam juga ditanggapi keras oleh anggota DPRD, Chandra Setipon. Menurut wakil rakyat itu, Pemko melalui dinas terkait harus bertindak tegas terhadap kafe-kafe atau tempat hiburan malam yang melanggar atusan. Apapun alasannya, aturan harus ditegakkan. Bagi yang membandel, cabut saja izinnya.

Dia mengaku khawatir jika Pemko tidak bertindak tegas, maka penyakit masyarakat dan maksiat akan tumbuh subur di Kota Payakumbuh. Bahkan, baru-baru ini, Satreskrim Polres Payakumbuh berhasil membongkar kasus prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur. Dalam pengungkapan tersebut, Polisi mengamankan 3 orang perempuan, yang terdiri dari 2 orang korban prostitusi dan 1 orang yang diduga sebagai germo. (*)

Penulis: Dody Sastra

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY