Harga Cabai dan Beras Meroket

0
165
Ilustrasi

PADANG, KP – Harga cabai di Pasar Raya Padang merangkak naik karena tersendatnya pasokan yang masuk, seperti dari Jawa, kerinci, Curup, dan Pasaman.

Pedagang cabai di Pasar Raya Inpres Blok II, Junailis (48), kemarin menyebutkan, saat ini harga cabai merah asal Jawa dijual Rp32 ribu per kg dari sebelumnya Rp28 ribu per kg, cabai merah asal darek Rp34 ribu per kg, sebelumnya Rp32 ribu per kg, cabai hijau asal Curup Rp20 ribu per kg, sebelumnya Rp18 ribu per kg, dan cabai rawit Rp45 ribu per kg dari sebelumnya Rp30 ribu per kg.

Sambungnya, dengan kenaikan harga cabai itu membuat pengunjung mengurangi pembelian dari biasanya per kg menjadi setengah kg atau seperempat kg. Hal itu juga membuat pedagang mengalami penurunan omzet.

Sedangkan harga sembako lainnya, seperti bawang merah dan tomat justru turun. Harga bawang merah super dijual Rp24 ribu per kg dari sebelumnya Rp32 ribu per kg dan tomat Rp4 ribu per kg dari sebelumnya Rp7 ribu per kg. Sementara bawang putih masih normal dan tidak mengalami kenaikan, yaitu pada harga Rp30 ribu per kg. Kemudian, bawang bombai dijual Rp16 ribu per kg.

Harga Beras Juga Melambung

Sempat stabil selama beberapa waktu, akhirnya harga beras mengalami kenaikan juga. Pantauan KORAN PADANG di Pasar Alai, beras Anak Daro dijual Rp23 ribu per gantang dari sebelumnya Rp22 ribu per gantang, beras Kuriak Kusuik Bukittinggi dijual Rp23 ribu per gantang, sebelumya Rp22 ribu per gantang, beras Sokan Solok Super Rp24 ribu per gantang, sebelumnya Rp23 ribu per gantang, beras IR 42 Solok Rp22 ribu per gantang, sebelumnya Rp20 ribu per gantang, dan beras Pandan Wangi Payakumbuh dijual Rp23 ribu per gantang, sebelumnya Rp22 ribu per gantang.

Pedagang beras, Eva (42), mengatakan kenaikan harga beras itu dipicu terjadinya musim hama yang melanda sejumlah lahan pertanian di daerah-daerah, seperti Solok, Payakumbuh, dan Bukittinggi.

“Kenaikan harga beras sudah terjadi sejak seminggu belakangan ini,” katanya, kemarin.

Meski demikian, ada juga harga beras yang tidak mengalami kenaikan, yaitu beras IR 42 Padang stabil pada harga Rp19 ribu per gantang, beras pulen asal Jawa Rp22 ribu per gantang, dan beras Puluik Putiah asal Thailand dijual Rp28 ribu per gantang.

Sementara, beras bulog juga beredar di pasar sehingga masyarakat tidak terlalu terpengaruh dengan kenaikan harga beras itu. Beras bulog itu tampak bersih dan putih sama dengan beras yang dijual di toko dan kedai. Beras bulog itu juga menjadi favorit masyarakat di saat sejumlah jenis beras mengalami kenaikan harga. (*)

 

Penulis : Novrizal

Editor   : Ahmad Kharisma

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY