Sumbar Tuan Rumah Operasi Kebencanaan Antar Negara

0
253

PADANG, KP – Sumatra Barat menjadi daerah ke empat pelaksanakan operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan USPACOM dalam kegiatan pasific partnership yang merupakan program United States Indonesia Bilateral Defence Discussion (USIBDD).

Menurut Asisten operasi (Asops) Panglima TNI, Mayjen TNI Agung Risdhianto, pasific partnership pada tahun 2016 merupakan kegiatan bersama meningkatkan kemampuan persiapan kedaruratan bagi personel TNI. Selain itu,juga koordinasi antara negara dalam penanggulangan bencana, serta melatih standart penganalisaan saat bencana maupun pasca bencana.

“Ini salah bentuk peran dan tugas pokok TNI jika terjadi bencana dengan bersinergi bersama stakeholder terkait, sehingga jika terjadi bencana selalu siap dan tanggap”, ujarnya usai membuka Latma Pasific Partnership 2016 di Mako lantamal II Padang, Senin (22/8).

Ia menambahkan, kegiatan latma pasific partnership dalam kebencanaan akan mengerahkan Kapal Rumah Sakit Amerika Serika (USNS) “mercy” dan KRI Maksassar bersama negara di Asia Pasifik.

Selain, mengerahkan kapal rumah sakit, sekitar kurang lebih 2.711 personel TNI dan AS yang terdiri dari 1.609 Indonesia dan 1.102 dari Amerika. “Tidak hanya Amerika, tetapi USPACOM juga mengandeng negara lain seperti Australia, Kanada, Jepang, Selandia Baru dan Korea Selatan”, ungkapnya.

Sementara itu, Brian McFeeters, Wakil Duta Besar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk mitra strategis antara Amerika Serikat dan Indonesia yang ditandatangani oleh Kepala Negara masing-masing dua tahun lalu, sehingga dengan kerjasama dalam bidang kebencanaan sebagai bentuk bukti mitra antar dua negara.

Sedangkan, Walikota Padang, H.Mahyeldi saat mengapresiasi bentuk kerjasama yang dilakukan antar dua negara tersebut dalam sosialisasi tanggap darurat kebencanaan, apalagi diadakan di Kota Padang, sehingga latihan bersama ini memperlancar komunikasi jika terjadi bencana yang melanda negara. “Jika bencana terjadi akan lebih tanggap dan bantuan akan segera datang”, tukasnya.

Mahyeldi menambahkan, lewat sinergi ini dapat dipetik pengalaman dan terbangun kesepahaman. Apalagi sangat dibutuhkan Kota Padang, karena berada di pinggir pantai yang sangat rawan dengan bencana. “Lewat pasific partnership kita harapkan pengetahuan dalam menangani bencana,” pungkasnya. (Bobby Febrianda)

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY