Tiga Bulan Belakang Kasus Kebakaran Meningkat

0
120

LIMAHPULUHKOTA, KP – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota Nasriyanto melalui Kasi Logistik Drs. Ismet Senin (22/8) mengatakan, sejak tiga bulan belakangan kasus kebakaran cenderung meningkat di daerah tersebut. Menurutnya, lokasi terbanyak terjadi pada lahan dan perhutan.

“Selama bulan Juni 2016 setidaknya terdapat 44 kasus kebakaran dan pada bulan Juli sejumlah 36 kasus belum termasuk kejadian yang ditangani posko pemadam kebakaran di Kecamatan Kapur IX, Pangkalan dan posko Suliki,” ujar Ismet.

Dikatakan, angka ini meningkat dari bulan-bulan sebelumnya. Salahsatu penyebabnya musim kemarau yang membuat cuaca jauh lebih panas dan kering.

“Menyikapi kondisi rawan bahaya kebakaran tersebut, kita sudah membuat himbauan meningkatkan kewaspadaan ke tengah masyarakat,” papar Ismet.

Sebelumnya, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi terus menghimbau masyarakat untuk mewaspadai bahaya kebakaran menyusul musim kemarau panjang dewasa ini. Sebab, amukan sijago merah itu tak hanya menimbulan kerugian harta benda, namun juga mengancam korban jiwa.

Himbauan itu disampaikan Irfendi di hadapan para jamaah Masjid Surau Godang Kunci Loyang di komplek kantor bupati di Sarilamak, kemaren.

“Kita meminta masyarakat untuk selalu waspada terhadap bahaya kebakaran. Apalagi dalam kondisi cuaca kemarau dewasa ini yang rawan timbulnya musibah kebakaran,” ujar Irfendi.

Dikatakan, musibah yang ditimbulkan sijago merah itu bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Terlebih dalam kondisi cuaca panas terik. Karenanya, masyarakat tidak boleh lalai, melainkan harus benar-benar waspada dan mengantisipasi sejak dini.

Himbau itu, lanjut Irfendi hendaknya diteruskan secara berantai hingga ke seluruh lapisan masyarakat di nagari-nagari. “Salahsatu caranya dengan senantiasa mengumumkannya di masjid-masjid, sekolah-sekolah dan tempat lainnyanya,” sebut Irfendi.

Khusus untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan yang kini banyak terjadi di berbagai daerah lainnya di Negara ini, Irfendi meminta masyarakat tidak ada yang membuka lahan pertaniannya dengan cara membakar. Selain itu melarang masyarakat membuang puntung rokok sembarangan.

Begitu pula untuk mengantisipasi ancaman kebakaran di rumah penduduk, harusnya sebelum meninggalkan tempat tinggalnya itu setiap warga memastikan tidak ada kompor ataupun api tunggu yang hidup. Selain itu juga pastikan seluruh jaringan listrik dalam kondisi layak dan tidak rawan konsleting.

“Mari kita jaga hutan dan rumah kita dari ancaman kebakaran. Untuk itu kita harus ekstra waspada. Apalagi dalam kondisi cuaca panas seperti sekarang,” ulang putera Koto Tangah Simalanggang itu. (*)

Penulis: Redho

Editor: Ahmad Kharisma

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY