Anaknya Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Orangtua Lapor Polda Sumbar

0
224

PADANG, KP – Diduga anaknya telah dianiaya oleh oknum polisi, Tuty Mariati Ningsih (42), meminta pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar memproses laporan penganiayaan tersebut. Dia menuding penganiayaan itu dilakukan oleh oknum anggota Polsek Padang Timur, beberapa waktu lalu.

“Kami berharap pihak Polda Sumbar memproses laporan yang telah kami masukkan atas tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap anak saya bernama AWJ (18),” kata Tuty Mariati, didampingi kuasa hukumnya, Iskandar Halim dan Ridwan, dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (23/8).

Dia menjelaskan laporan tersebut telah dibuat dan diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumbar, Senin (22/8), dengan nomor LP/280/VII/2016/Spkt Sbr. “Dalam laporan itu, nama yang kami laporkan adalah Iptu J beserta rekannya yang merupakan anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Padang Timur, Kota Padang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Iskandar Halim menceritakan kronologis tindakan dugaan kekerasan yang dialami anak kliennya itu, terjadi 5 Agustus 2016, sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu J beserta rekannya mendatangi rumah korban di Jl. Perumdam No.5 A Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang untuk melakukan penangkapan terhadap korban, AWJ atas dugaan pencurian dengan kekerasan pada 4 Agustus 2016.

Namun, dari keterangan kliennya, usai ditangkap dia mengaku dipukul ketika berada di dalam mobil yang dikendarai J. Atas peristiwa itu, pihak keluarga melapor ke Polda Sumbar dan telah melakukan visum di Rumah Sakit Bhayangkara. Laporan dibuat karena keluarga mengaku kecewa dengan perbuatan yang dilakukan oleh J.

“Kami berharap laporan yang dibuat diproses dengan benar. Sehingga, proses hukum berjalan dengan benar pula sesuai komitmen Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam meningkatkan pelayanan polisi pada masyarakat,” imbuhnya.

Konfirmasi Polsek Padang Timur

Saat dikonfirmasi kepada Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Padang Timur, Kompol Febgrendi, pihaknya memproses suatu perkara sesuai aturan yang berlaku.”Awalnya kami melakukan penangkapan terhadap dua tersangka kasus pencurian kekerasan. Kemudian dilakukan pengembangan dan ditetapkan nama AWJ sebagai tersangka ketiga. Lalu dilakukan penangkapan,” ungkapnya.

Dia menegaskan, proses terhadap kasus AWJ itu sudah kami lakukan secara benar. Terbukti, berkasnya telah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Padang, dan telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Klas I A Padang untuk disidang.

“Sidang perdananya digelar Rabu (23/8) dengan agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa. Proses penyidikannya telah kami rampungkan dengan benar,” jelasnya. Saat ditanyai tentang laporan ke Polda Sumbar, Febgrendi tidak mau berkomentar lebih lanjut.

“Setiap institusi ada ruang lingkupnya masing-masing, baik itu Polda, dan warga yang melapor. Yang penting apa yang dilakukan pihak kami telah sesuai aturan dan prosedur yang ada,” tutupnya. (Murdiansyah Eko Putra)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY