Nurdin Halid Blak-blakan di Sumbar, Ratusan Undang-undang tak Sesuai Pancasila

0
160
Nurdin Halid
Nurdin Halid

PADANG, KP – Ketua DPRD Sumbar, Hendra Irwan Rahim, resmi menahkodai Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Sumbar. Orang nomor satu di Golkar Sumbar tersebut dilantik sebagai Ketua Dekopin Sumbar masa jabatan 2015-2020 oleh Ketua Dekopin Pusat, Nurdin Halid.

“Koperasi mesti jadi pilar pemersatu bangsa. Sesuai cita-cita awal oleh pendiri koperasi terdahulu. Ini memang akan jadi tugas berat Pak Hendra sebagai Ketua Dekopin Sumbar. Kita harap ini bisa diwujudkan di Sumbar,” pesan Nurdin di Auditorium Gubernuran Sumbar, Selasa (23/8).

Nurdin khawatir marwah koperasi tidak seperti dulu lagi. Makin terpuruk dan bahkan terjajah oleh sistem konglomerasi kapitalis, yang terus merasuk ke semua sektor ekonomi. Padahal, katanya, tujuan koperasi sangat jelas diamatkan pada Sila ke 2 Pancasila, yaitu Kemanusian yang Adil dan Beradab dan sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“Memajukan kesejahteraan umum bukan orang per orang. Koperasi adalah soko guru perekonomian bangsa. Nilai kegotong-royongan mesti diwujudkan insan koperasi di daerah. Hari ini, saripati Pancasila sebagai perekat sudah mulai luntur,” kata Nurdin Halid yang merasa gerah dengan kondisi saat ini.

Dia menambahkan, dulunya koperasi menjadi pilar utama ekonomi bangsa. Contohnya Koperasi Unit Desat (KUD) yang kerap menciptakan sejarah swasembada beras dan berjasa untuk negeri ini. Nurdin berharap ketua Dekopin Sumbar ikut memikirkan langkah ini.

“Koperasi jangan jadi pemadam kebakaran lagi, namun harus jadi pelaku ekonomi yang dominan,” tegas mantan Ketum PSSI itu.

Dia juga mengingatkan, gencarnya sistem kapitalis harus diwasdai. Solusinya, kata dia, masyarakat harus mengamalkan kembali nilai-nilai Pancasila. Sebagai bentuk bukti sistem kapitalis yang terus menjajah bangsa ini, Nurdin mencontohkan saat ini ada ratusan Undang undang tidak sesuai lagi dengan semangat pancasila.
“Salah satunya Undang-undang Perbankan yang sangat liberal, bahkan lebih liberal dari barat,” ujarnya.

Untuk itu, Nurdin meminta jajaran pengurus Dekopin Sumbar yang baru dilantik bergerak cepat membuat berbagai gebrakan dalam membenahi koperasi. Di antaranya membuat database sebagai langkah pemetaan dan menunjukkan potensi koperasi di daerah.

“Reformasi koperasi, reformasi stuktural mengembalikan peran koperasi sesuai aturan konstitusi,” tutup Nurdin.

Sementara, Ketua Dekopin Sumbar, Hendra Irwan Rahim, menyatakan siap bekerja sungguh-sungguh untuk mengangkat kesuksesan koperasi di Sumbar. Dia siap mewujudkan ‘ekonomi berdikari’ dengan memberdayakan insan-insan koperasi seoptimal mungkin.

“Di Sumbar ada 881 unit koperasi dengan aset sekitar Rp3,8 triliun. Sumbar termasuk wilayah dengan koperasi yang berjalan dengan baik. Pemda sangat aktif mengembangklan koperasi dan ke depan hal ini harus kita tingkatkan lagi,” kata Hendra.

Pada kesempatan tersebut, surat keputan Pelantikan pengurus Dekopin wilayah Sumbar 2015-2020 dibacakan langsung Direktur Keuangan Dekopin, M Natsir Manan. Kemudian juga dikukuhkan beberapa pengurus lain, di antaranya jataban Dewan Pembina Dekopin Sumbar yang dipercayakan kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, lalu Direktur Utama Semen Padang dan Direktur Utama Bank Nagari, serta Kepala kantor BI Perwakilan Sumbar. Di posisi dewan penasehat King Churchill. (Fahmi Yuhendra)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY