SBY Copot Ruhut

0
160

JAKARTA, KP – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mungkin sudah bosan menegur Ruhut Sitompul. Gaya ceplas ceplos anak buahnya itu kerap kali tak sejalan dengan gaya politik SBY yang santun.Sudah tak tahan, SBY akhirnya ambil keputusan mencopot Ruhut sebagai koordinator juru bicara partai.

Ruhut dicopot dari koordinator juru bicara Partai Demokrat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui pesan singkat.

Berikut isi SMS pencopotan Ruhut Sitompul oleh SBY yang tersebar di grup WA kader Demokrat:

  1. Saya mengikuti dinamika perpolitikan dewasa ini dan saya nilai saudara benar-benar tidak mengikuti kebijakan dan garis partai terutama Ketum PD karena pernyataan-pernyataan yang saudara keluarkan tidak mencerminkan posisi PD dan garis saya selaku Ketum PD.
  2. Sudah cukup sering saya berikan peringatan terhadap pernyataan saudara, tetapi tidak diindahkan. Terus terang ini sangat merugikan kepentingan PD ke depan.
  3. Melalui sistem yang belaku di PD saya mempertimbangkan tindakan yang tepat untuk saudara. Dan untuk sementara saya menonaktifkan kedudukan saudara sebagai koordinator Jubir PD.
  4. Untuk diindahkan dan dilaksanakan.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan membenarkan jika Ruhut Sitompul dicopot dari jabatan juru bicara. Namun, Syarief enggan membeberkan alasan pencopotan Ruhut, karena menjadi wewenang dari Dewan Kehormatan Partai Demokrat.

Dukungan kepada petahana Basuki T Purnama (Ahok) di Pilkada DKI diduga sebagai salah satu alasan Ruhut dicopot. Sebagai corong partai, ucapan yang selama ini terlontar dari Ruhut tidak mewakili kepentingan kelompok. Namun Syarief menyebut sikap politik Ruhut itu bukan satu-satunya alasan.

“Saya pikir bukan itu saja, tetapi yang jelas dewan kehormatan pasti mengawasi perjalanan setiap kader. Apapun keputusannya telah menjadi keputusan partai,” tegasnya.

Memang, Ruhut yang merupakan anggota Komisi III DPR itu berulang kali menyatakan dukungan ke Ahok.

“Ditegur Pak SBY sudah berkali-kali, depan kita semua pernah, SBY bilang ‘jangan seperti Ruhut’, kata Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubarok, mengingat ucapan SBY.

Mendengar itu para kader yang hadirkompak tertawa. “Kita sampai tepuk tangan, Ruhut tertawa saja. Enggak aneh kita, Demokrat enggak serius menanggapi omongan Ruhut. Namanya juga Ruhut,” tuturnya.

Meski berperilaku seperti itu, menurut Mubarok, SBY dan kader partai lainnya tetap mempertimbangkan sisi positif Ruhut. Tetapi, dengan tabiat seperti itu Ruhut dianggap tidak bagus jika tetap dipertahankan sebagai corong partai.

“Ruhut bersih, biarin saja. Tapi untuk Pilkada DKI, harus satu enggak boleh ada yang gaduh,” tuturnya.

Mubarok juga membenarkan SMS SBY kepada Ruhut yang beredar di kalangan internal partai.”Iya itu resmi dari Pak SBY. Ada juga kok di grup WA Partai Demokrat, grupnya resmi,” kata Mubarok.

Sementara, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto menegaskanRuhut tidak dipecat dari DPP Demokrat. Dia mengatakan, Ruhut hanya dipindah dari pengurus.

“Bang Ruhut itu kan sebelumnyaJubir Demokrat. Nah, sekarang dia hanya Ketua Departemen Polhukam. Jadi enggak ada pemecatan. Ini hanya reposisi dalam struktur DPP,” kata Didik.

Ditambahkannya, Ruhut ke depan akan ditugaskan di Ketua Departemen Polhukam Partai Demokrat. Lebih lanjut, Didik mengungkapkankeputusan reposisi Ruhut diambil melalui rapat DPP bersama Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tanggapan Ruhut

Ruhut sendiri menduga pemberhentian dirinya berawal dari sikap kerasnya terhadap Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat, I Putu Sudiartana, yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi proyek infrastruktur di Sumatera Barat.

Dia menduga ada pihak-pihak yang merasa tidak senang dengan ucapannya dan melapor ke Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono. Tak hanya kasus Putu, kata Ruhut, pihak tersebut mengaitkannya dengan dukungannya kepada Joko Widodo saat Pilpres 2014 lalu. Dia menyebut aktor di balik pencopotan ini adalah koleganya Amir Syamsuddin.

“Dikait-kaitin lah yang lain termasuk gua dukung Jokowi. Aku ini ketua DPP bidangpolhukam, bukan hanya jubir saja. Tapi aku senang tambah beken,” kata Ruhut, kemarin.

Meski demikian, anggota Komisi III DPR ini menambahkan SBY belum memberikan keterangan resmi atas penonaktifannya sebagai Jubir. Namun, dia yakin SBY akan bersikap bijaksana sebelum mengambil keputusan.

Dengan tegas, Ruhut mengaku tidak akan keluar dari partai Demokrat. Ruhut merasa posisinya di partai Demokrat sebagai independen seperti Basuki T Purnama atau Ahok.

“Demokrat bukan partaiku yang pertama. Demokrat partaiku yang terakhir. Saya kalau demikian merasa tokoh independen seperti Ahok. Kan kalau orang pindah partai, aku enggak. Aku bukan kutu loncat, aku jadi independen (saja),” tutupnya. (*)

Sumber: Merdeka.com

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY