Terkait Isu ‘Surat Sakti DPP Partai Golkar’

0
408

PAYAKUMBUH, KP – Bantahan mulai bermunculan dari sejumlah DPD Partai Golkar kabupaten/kota atas isu mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua DPD Golkar Sumbar, Hendra Irwan Rahim. Kali ini, giliran Ketua DPD Golkar Payakumbuh dan Limapuluh Kota menyampaikan bantahannya.

Mosi tak percaya itu awalnya beredar luas melalui jejaring sosial sehubungan munculnya ‘surat sakti DPP Partai Golkar bernomorB-567/Golkar/VIII/2016’ tertanggal 16 Agustus 2016yang mengingintruksikan DPD Golkar Sumbar mengelar Musyawarah Luar Biasa (Musdalub).

Ketua DPD Partai Golkar Kota Payakumbuh, H. Sudirman Rusma, mengaku tidak tahu sama sekali surat DPP tertanggal 16 Agustus 2016 itu. Bahkan, isu ada 16 DPD kabupaten/kota membuat surat mosi tidak percaya yang disampaikan kepada DPP, dia juga mengaku tidak tahu-menahu.

“Saya tidak tahu soal adanya surat DPP itu. Kalau ada 16 kabupaten/kota membuat surat mosi tidak percaya kepada DPP, saya tidak tahu dan tidak membuat itu. Kita hanya menunggu dari DPP masalah surat itu,” sebut Ketua DPD Partai Golkar Kota Payakumbuh, H. Sudirman Rusma, Senin (22/8).

Hal senada juga diungkapkanKetua DPD Partai Golkar Kabupaten Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo. Dia bahkan terkejut dengan adanya ‘surat sakti DPP Partai Golkar’ terkait intruksi untuk melakukan musdalub DPD Golkar Sumbar.

“Saya tidak tahu soal itu. Kami juga tidak pernah membuat surat mosi tidak percaya itu kepada DPP Partai Golkar. Kalau ada 16 kabupaten/kota yang membuat mosi tidak percaya itu, kami DPD Limapuluh Kota tidak ikut serta,” jelas Safarudin Dt Bandaro Rajo.

Sebelumnya, Ketua Golkar Padang, Wahyu Iramana Putra juga membantah dirinya menyampaikan mosi tak percaya kepada Hendra Irwan Rahim. Bahkan, dia menduga tandatangannya yang ada pada surat itu telah dipalsukan. Wahyu juga mengaku belum melihat surat itu selain yang beredar di pesan instan Whatsapp.

Sehingga, surat sakti DPP yang mengintruksikan digelarnya musdalub paling lambat akhir Agustus 2016 itu hingga kini masih dipertanyakan kebenarannya. Yang pasti,pada ‘surat’ itu tercantum tandatangan Ketua DPP Partai Golkar Setya Novanto dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham.

Kepada media, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Sumatra Barat, Indra Syarief, menyebut belum melihat surat itu atau mungkin belum sampai di DPD Partai Golkar Sumatera Barat. “Tapi dari informasi yang beredar surat tersebut sudah ‘A1‘,” sebutnya, Jumat pekan lalu. (*)

Penulis : Doddy Sastra

Editor   : Ahmad Kharisma

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY