KUA-PPAS APBD-P Bukittinggi 2016 Disahkan

0
366

BUKITTINGGI, KP – Pemko Bukittinggi bersama DPRD akhirnya mensahkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan tahun 2016.

Pengesahan itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan KUA/PPAS APBD Perubahan tahun 2016 yang ditandatangani Wakil Walikota Bukittinggi, H.Irwandi dan Wakil Ketua DPRD Yontrimansyah dan Wakil Ketua Trismon di ruangan utama sidang DPRD Kota Bukittinggi, Rabu (24/8) kemarin.

Dalam KUA/PPAS APBD Perubahan 2016 itu, bidang pendapatan daerah mengalami peningkatan sebesar Rp110 miliar. Lalu, pada belanja daerah juga mengalami peningkatan sebesar Rp142 miliar.
Sementara untuk pembiayaan daerah bertambah sebesar Rp6,2 miliar yang digunakan untuk penyertaan modal daerah kepada Bank Nagari.

Yang menarik dari isi KUA/ PPAS APBD Perubahan 2016 itu, dana cadangan yang semula direncanakan dianggarkan sebesar Rp.25 miliar untuk revitalisasi kawasan Jam Gadang, akhirnya ditunda oleh DPRD sampai adanya perencanaan untuk kegiatan tersebut.

Dalam laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bukittinggi yang dibacakan juru bicara (jubir), Dedi Fatria menyebutkan, naiknya pendapatan daerah pada APBD perubahan ini, karena masuknya Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp109 miliar yang terdiri dari DAK fisik Rp44 miliar, dan DAK non fisik sebesar Rp64 miliar.

“Khusus dana DAK non fisik berupa tunjangan profesi guru dan tambahan penghasilan guru serta bantuan operasional pendidikan dan kesehatan serta bantuan lainnya,” terang Dedi Fatria.

Menyangkut penundaan dana cadangan, untuk revitalisasi kawasan Jam Gadang yang diajukan Pemko Bukittinggi sebesar Rp25 miliar. Setelah melalui berbagai rapat gabungan komisi DPRD, dan rapat Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD bersama Bagian Hukum Pemko sepakat, menunda penganggaran dana cadangan, sembari menunggu persiapan perencanaan, dan adanya pembangunan yang menjadi prioritas untuk dilaksanakan secepatnya.

Sementara Wakil Walikota Bukittinggi, H. Irwandi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Banggar dan TAPD yang sudah melakukan pembahasan RKUPA/PPAS APBD perubahan 2016.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Banggar dan TAPD yang telah membahas RKUPA/PPAS APBD Perubahan 2016 yang sudah kami ajukan 1 Agustus yang lalu,” ujar Irwandi.

Lebih lanjut Irwandi mengatakan, setelah penandatangan nota kesepakatan ini, maka selanjutntya Pemko akan menyampaikan nota keuangan sebagai hantaran resmi R-APBD Perubahan 2016.

“Setelah ini kami akan menyampaikan nota keuangan hantaran R-APBD 2016. Dan pada saat yang bersamaan kami akan membahas RKUPA/PPAS 2017 yang sudah dihantar dahulu bersamaan dengan KUPA/PPAS Perubahan Anggaran 2016 beberapa waktu lalu,” ujar wawako.

Di tempat yang sama Wakil Ketua DPRD, H.Trismon menyebutkan, pembahasan RKUPA/ PPAS ini terlambat dihantarkan Walikota. Sehingga, dengan keterlambatan itu, maka telat juga dalam pembahasannya.

“Namun kita dari DPRD akan bekerja semaksimal mungkin. Sehingga, APBD perubahan tahun 2016 dapat di sahkan pada September mendatang,” jelasnya.

Tambahnya, pendeknya waktu yang tersisa, maka dalam APBD Perubahan tahun 2016 ini, tidak semua anggaran yang bisa diakomodir. Yang pasti untuk fisik, jelas tidak mungkin diakomodir, karena dengan sisa waktu yang tersisa tidak mungkin mengerjakan kegiatan fisik. “Umumnya pada APBD Perubahan yang diakomodir berupa kegiatan non pisik,” ujar Trismon. (edison sikumbang)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY