Nama Kapolres Bukittinggi Dicatut, Pejabat Dimintai Uang Rp25 Juta

0
202

BUKITTINGGI, KP – Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Bukittinggi, Hermansyah, nyaris menjadi korban penipuan via telepon oleh seseorang yang mengaku Kapolres Bukittinggi, AKBP Tri Wahyudi. Dia diminta mentransfer uang operasional anggota Polres Bukittinggi sebesar Rp25 juta.

Menurut penuturan Hermansyah kepada KORAN PADANG, Selasa (23/8), awalnya dia ditelepon seseorang melalui ponsel dengan nomor 085210709877 yang mengaku ajudan Kapolres Tri Wahyudi. “Si penelpon mengatakan kalau Pak Kapolres menanyakan honor anggota,” kata Hermansyah.

Karena tidak mengerti honor apa yang diminta oleh ‘si ajudan’ itu, dia kemudian bertanya jawab dengan di penelpon. Kemudian, ‘ajudan’ itu memberikan telepon kepada seseorang yang mengaku AKBP Tri Wahyudi.

Dari balik sambungan telepon itu, ‘Tri Wahyudi’ meminta ditransfer uang sebesar Rp25 juta yang merupakan uang operasional anggotanya yang telah membantu Dinas Pengelolaan Pasar dan uang itu harus ditransfer saat itu juga.

Di saat masih dilanda kebingungan, melintas di dekatnya seorang anggota polisi bernama Manurung. Hermansyah kemudian menceritakan hal yang baru saja dialaminya kepada Manurung.

Dengan tegas, Manurung mengatakan telepon itu merupakan penipuan yang mencatut nama-nama orang penting, salah satunya nama Kapolres AKBP Tri Wahyudi. “Telepon itu adalah dan tidak usah dilayani,” saran Manurung kepada Hermansyah. Setelah mendengar penjelasan anggota polisi itu, Hermansyah merasa lega karena tidak terjebak dalam jeratan penipuan oleh orang tidak bertanggungjawab.

“Kasus ini hendaknya menjadi perhatian bagi pejabat lainnya. Sebab, mungkin saja penelpon yang sama akan menelpon pejabat lainnya,” ujar Hermansyah. (Edison Sikumbang)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY