Pembunuh Bos ‘Semarang Jaya’ Divonis 20 Tahun Penjara

0
210

PADANG, KP – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Padang menjatuhkan hukuman pidana kepada Mardiansyah Zukhu, terdakwa pembunuh bos toko ‘UD Semarang Jaya’, Rita Mulyap, selama 20 tahun penjara.

“Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa selama 20 tahun kurungan penjara,” tegas hakim ketua sidang, Sutedjo, didampingi hakim anggota Nasorianto dan Anggiat, saat membacakan amar putusannya, Rabu (24/8).

Majelis hakim berpendapat terdakwa terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana. Tak hanya itu, terdakwa juga terbukti bersalah melanggar pasal 340 KUHP.

Dalam sidang tersebut, terdakwa yang tidak didampingi Penasihat Hukum (PH)-nya diberikan kesempatan oleh majelis hakim untuk berfikir-fikir selama satu minggu.

Vonis majelis hakim itu sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rikhi B, dari Kejaksaan Negeri Padang yang menuntut terdakwa dengan hukuman pidana selama 20 tahun penjara.

Kasus pembunuhan itu sempat menggemaprkan Kota Padang. Kejadian itu berawal saat korban, Rita Mulyap, menyuruh terdakwa Mardiansyah Zaluhu, mengeluarkan sepeda motor milik salah seorang karyawannya, dari dalam toko pada sore hari, 18 Januari 2016 .

Ketika itu terdakwa tidak mau disuruh dan menyuruh temannya Mario untuk mengeluarkan sepeda motor tersebut. Melihat hal tersebut, korban marah kepada terdakwa sembari menanyakan, “kenapa kamu tidak bisa dimintai tolong lagi?”

Terdakwa pun menjawab bahwa badannya letih dan tangan kanannya sakit. Kemudian terdakwa meminta uang makannya pada hari itu. Namun korban tidak memberikan uang itu sampai akhirnya terdakwa pulang.

Keesokannya harinya terdakwa kembali datang ke toko dan berkerja seperti biasanya dengan rekan-rekan seprofesinya. Usai berkerja, terdakwa bercerita kepada rekannya bahwa dia kesal kepada korban karena dimarahi. Selain itu, terdakwa juga mengeluhkan uang makannya yang tidak diberikan.

Selanjutnya, pukul 17.00 WIB, terdakwa kembali bertemu dengan korban untuk meminta uang makan. Namun, terdakwa lagi-lagi dimarahi oleh korban.

Terdakwa yang tidak terima dimarahi lalu mengambil pisau yang telah disiapkannya dari dalam tas yang dibawanya. Lalu terdakwa mendekati korban dan menusukkan pisau tersebut ke tubuh korban berulang kali. Korban pun terkapar bersimbah darah. Para karyawan toko yang juga rekan kerja terdakwa serta suami korban langsung menolong dengan melarikan korban ke rumah sakit M. Djamil Padang. Namun, korban yang mengalami luka cukup parah dan mengeluarkan banyak darah akhirnya tak dapat diselamatkan.

Sementara, terdakwa langsung lari dari toko tersebut menuju pos polisi yang ada di dekat tempat kejadian peristiwa (TKP) untuk menyerahkan diri berikut barang bukti pisau yang digunakannya untuk melakukan pembunuhan tersebut. Akhirnya, setelah melalui beberapa kali persidangan, terdakwa yang tamatan SMK itu divonis hukuman penjara selama 20 tahun. (Murdiansyah Eko)

Editor: Ahmad Kharisma

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY