Terdakwa Penipuan Tur Wisata Dituntut 2,5 Tahun Penjara

0
653
Ilustrasi

PADANG, KP – Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Padang, Fitrina dan Vivi, menuntut Reny Susanti (41), terdakwa dalam kasus dugaan penipuan tur wisata terhadap 36 orang hingga ratusan juta rupiah selama 2,5 tahun penjara.

Tuntutan itu dibacakan JPU di Pengadilan Negeri Padang, Rabu (24/8). JPU menilai terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 372 KUHP.

Usai mendengarkan tuntutan tersebut, terdakwa Reny Susanti yang merupakan istri mantan calon wakil walikota Padang itu tak kuasa membendung air matanya.

Sebelum sidang ditutup, salah seorang majelis hakim, Nasorianto, memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengganti kerugian para korban. Sementara, sidang yang dipimpin Hakim Anggiat didampingi hakim anggota Sutedjo dan Nasorianto itu akan kembali dilanjutkan pekan depan.

Dalam dakwaan JPU disebutkan, kasus itu berawal dari tawaran salah seorang saksi korban, Narjohan, kepada rekan-rekannya yang tergabung dalam komunitas Sinar Pagi Super Club (SPSC) untuk ikut paket wisata ke Jepang melalui biro perjalanan Victoria Wisata Tour & Travel milik terdakwa. Masing-masing peserta menyetor uang Rp12 juta secara bertahap kepada saksi korban Narjohar yang kemudian ditransfer ke rekening terdakwa.

Setelah para korban melunasi biaya keberangkatan, uang tersebut diduga digunakan terdakwa untuk menutupi tour lainnya tanpa seizin para korban. Sehingga, perjalanan ke Jepang tidak bisa terlaksana sesuai tanggal yang telah dijanjikan. Kepada para korban, terdakwa berdalih setoran peserta tour belum tuntas semuanya dan pengurusan visa belum selesai.

Pada 18 April 2016, saksi Marlis mengumpulkan anggota lainnya di Restoran Mama Restu untuk menjelaskan proses keberangkatan dengan biaya tambahan Rp2,5 juta. Lalu, saksi Marlis dan anggota lainnya menyetujui biaya tambahan tersebut.

Pada 21 April 2016, keberangkatan kembali diundur dengan alasan visa belum selesai. Setelah itu, tidak ada lagi keterangan dari terdakwa mengenai keberangkatan tour ke Jepang itu. Sehingga, total kerugian yang dialami korban mencapai Rp484 juta. (Murdiansyah Eko)

Editor: Ahmad Kharisma

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY