Dugaan Kasus Korupsi, Empat Mantan Pejabat IAIN IB Jadi Saksi

0
582

PADANG, KP – Empat mantan pejabat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol (IB) Padang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi, terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan kampus III IAIN IB di Sungai Bangek, Kota Padang, yang menyeret mantan Pembantu Rektor II IAIN IB Salmadanis, dan notaris Eli Satria Pilo (berkas terpisah) menjadi terdakwa.

Keempat pejabat yang dihadirkan itu adalah mantan Rektor IAIN IB Padang yang juga Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Sirajuddin Zar, Wakil Ketua Pengadaan Tanah, Asasriwarni, Sekretaris Pengadaan tanah Yulizar Yunus, dan Bendahara Yelda Wati.

Para saksi yang dihadirkan diperiksa secara bergantian. Sirajuddin Zar mengatakan, yang menetapkan lokasi itu adalah pemda.

“Waktu itu kami pergi ke pemda untuk minta petunjuk. Lalu oleh pemda ditunjuklah Sungai Bangek. Luas tanahnya 60 hektar,” katanya saat memberikan keterangannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Padang, Kamis (25/8).

Dia menambahkan, harga tanah tidak sama, karena ada 33 orang pemilik tanah. Sedangkan pembayaran dilakukan lewat rekening masing-masing pemilik tanah dan sebelumnya sudah ada kesepakatan dalam rapat.

Sementara, dua saksi lainnya, Asasriwarni dan Yulizar Yunus, membenarkan ada pertemuan antara pemilik tanah dengan panitia pengadaan.

“Waktu itu ada tanah yang sudah bersertifikat dan ada yang belum bersertifikat. Tanah yang belum bersertifikat itu dilengkapi dahulu surat-suratnya agar tanah tidak bermasalah nantinya. Itu saya sampaikan kepada pemilik tanah,” ujar Asasriwarni seraya menyebutkan pernah satu kali tidak ikut rapat.

Didalam persidangan itu, kedua saksi mengaku menerima honor dalam kegiatan tersebut. Ditambahkan, panitia pengadaan tanah juga telah meneliti dokumen dan meninjau lokasi lahan kampus III dan tidak ada masyarakat yang protes.

Saksi juga menjelaskan, untuk penetapan harga tanah, notaris tidak ikut serta, karena yang ikut hanya tim dari appraisal.

Lebih lanjut, kedua saksi menjelaskan pengurusan jawaban mutlak dibuat dan ditandatangani oleh rektor yang juga sebagai KPA dengan tujuan untuk pembayaran.

Saat ini lahan tersebut sudah dimanfaatkan namun belum seluruh pembangunan selesai. Hanya baru satu gedung yang sudah selesai dibangun, yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI).

“Pembangunan gedung dilaksanakan tahun 2014 lalu, sedangkan tahun 2010 baru perataan tanah. Jadi belum satupun gedung dibangun,” ujar Asasriwarni.

Mendegar keterangan para saksi, kedua terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH), yaitu Fauzi, Syahrir, dan Septi, tidak keberatan.

Kemudian, sidang yang dipimpin Hakim Yose Ana Rosalinda didampingi hakim anggota Perri Desmarera dan Emria, serta Panitera Pengganti (PP) Rajul dan Toni, menutup sidang dan dilanjutkan kembali pekan depan.

Pantauan KORAN PADANG, sejak pagi terlihat sejumlah karyawan dan dosen dari IAIN IB Padang yang memenuhi ruang sidang.

Sebelumnya, dalam dakwaan JPU disebutkan kedua terdakwa diduga melakukan tindak pidana korupsi atas pengadaan tanah seluas 60 hektar untuk pembangunan kampus tiga IAIN Imam Bonjol tahun anggaran 2010 yang ditaksir merugikan negara sebesar Rp1.946.701.050. (Murdiansyah Eko Putra)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY