Infrastruktur Wisata di Harau Minim

0
134

LIMAPULUH KOTA, KP – Masyarakat Naga ri Harau, Kecamatan Harau, mengharapkan Pemkab Limapuluh Kota memperbaiki perbai kan kondisi infrastuktur, seperti jalan dan fasi litas lain. Sebab, sebagai daerah tujuan wisata nasional dan internasional, Harau saat ini masih tercatat dalam kategori desa tertinggal.

Harapan tersebut disampaikan sejumlah tokoh masyarakat Nagari Harau, Kecamatan Harau, kepada Wakil Bupati Ferizal Ridwan, saat menghadiri acara pisah sambut Walinagari Harau di kantor walinagari setempat, Kamis (25/8).

Pisah sambut antara Pjs Walinagari yang lama, Firdaus, dengan Walinagari terpilih, Syukri Andi, itu turut dihadiri Camat Harau, Deki Yusman, forkompinca, walinagari se-Kecamatan Harau, tak ketinggalan tokoh masyarakat Kecamatan Harau yang juga Sekretaris PKB, Mai Nanda.

“Sebagai daerah tujuan pariwisata, kami sangat mengharapkan Pemkab di bawah ke pempinan Bupati Irfendi Arbi dan Ferizal Ridwan segera membenahi kondisi infrastuktur mulai dari jalan dan fasilitas umum lainnya,” kata tokoh masyarakat Harau, Muhammad B.

Menurutnya, kondisi ruas jalan kabupa ten di Harau masih banyak yang rusak bah kan masih ada yang masih jalan tanah. Dia juga meminta pemkab mempercepat pembangunan jalan penghubung dari Ulu Aia ke Jorong Landai dan Jorong Harau. Sebab, jika akses penghubung tiga jorong itu dibangun, akan memberi dampak positif bagi pengembangan pariwisata dan pertanian di Harau.

Sementara, Walinagari Harau, Syukri An di, dalam sambutannya berharap Pemkab mendorong percepatan pengembangan kawa san pariwisata mengingat Harau bakal dijadikan salah satu destinasi wisata di Sumbar.
Mendengar harapan masyarakat itu, Wa kil Bupati Ferizal Ridwan berjanji akan menin daklanjutinya. Pemkab, katanya, serius mela kukan pengembangan kawasan destinasi wisata Harau sebagai salah satu tujuan kunjungan wisata di Sumbar.

“Bahkan dalam visi-misi dan RPJMD ke depan, sudah dimasukkan program ‘Harau Menuju Dunia’,” sebut Wabup.
Menurutnya, selama ini orang-orang dari daerah lain di tingkat nasional hingga ke mancanegara, lebih mengenal nama Harau ketimbang nama Limapuluh Kota. Harau, sebutnya, juga sudah dicantumkan dalam Perda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah guna mengakomodir setiap program yang bersumber dari APBD daerah Limapuluh Kota, provinsi, atau APBN.

Wabup Ferizal mengaku sudah melaku kan beberapa kali pembahasan dengan sta keholder terkait dan pihak provinsi terhadap rencana program pengembangan pariwisata. Dia berharap masyarakat Harau turut mendukung penuh setiap program wisata yang akan dilaksanakan.

“Termasuk kompetensi seni-budaya yang akan kita gerakkan melalui program kegiatan pendidikan, seperti gerakan Bahasa Inggris gratis untuk semua. Bagaimanapun, nilai jual pariwisata di suatu daerah harus dimulai dari masyarakat agar potensi yang ada diminati wisatawan,” tutur Ferizal. (dho)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY