Kabupaten Solok Bertubi-tubi Dihantam Bencana

0
437
Proses evakuasi korban longsor di Dusun Rawang, Jorong Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Foto: Wandy
Proses evakuasi korban longsor di Dusun Rawang, Jorong Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Foto: Wandy
Proses evakuasi korban longsor di Dusun Rawang, Jorong Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Foto: Wandy

SOLOK, KP – Kabar duka melanda Kabupaten Solok. Dalam tiga hari terakhir, cuaca ekstrim menyelimuti hampir seluruh wilayah di Sumbar.

Di Kabupaten Solok, hujan deras disertai longsor merenggut korban jiwa empat orang sekeluarga. Ratusan pohon bertumbangan, rumah dan fasilitas umum rusak. Aliran listrik pun terputus karena tiang listrik ikut bertumbangan dan kabel berserakan di jalan.

Duka mendalam terjadi di Dusun Rawang, Jorong Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang. Empat orang yang merupakan satu keluarga tewas karena rumahnya tertimbun longsor, Kamis dinihari WIB sekitar pukul 00.30 WIB.

Longsor dahsyat itu bahkan memiliki timbunan setinggi 6 meter dan menghampar sepanjang 100 meter.

Lokasi musibah longsor itu persis di samping Masjid Darul Qadar. Keempat korban yang merupakan satu keluarga tersebut adalah Bakri M (60) yang merupakan Kepala Keluarga (KK), istri korban Nurbaidah (40), dan dua anak korban, yakni Ramzi (18) dan Widia (6).

“Kejadiannya sekitar jam 00.30 WIB saat korban sedang tertidur pulas,” ujar Kapolres Arosuka Kabupaten Solok, AKBP Reh Ngenana saat melihat keempat jenazah korban longsor di RSUD Arosuka, kemarin.

Lokasi longsor itu hanya berjarak sekitar 1,5 KM dari Mapolres Arosuka ke arah Air Batumbuk. Sekitar pukul 11.00 WIB, jasad Bakri dipulangkan ke rumah duka di Rawang, Lubukselasih. Sedangkan, istri dan kedua anaknya dimakamkan di kampung halamannya di Jorong Panarian, Nagari Talang.

Sementara dua anak korban lainnya yang tidur di rumah sebelah selamat dari musibah longsor tersebut.

Pencarian keempat jenazah dilakukan secara manual, berlangsung sejak dinihari oleh masyarakat setempat dipimpin Walinagari Batang Barus, Syamsul Azwar.

Tak lama kemudian datang ke lokasi Kapolres Arosuka, AKBP Reh Ngenana bersama Dandim 0309 Solok, Letkol. Inf. Irwan Harjadmono. Namun, sejak Kamis dinihari, tidak seorangpun petugas BPBD Kabupaten Solok terlihat. Hal itu menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat.

Pencarian para korban berlangsung sulit karena alat berat milik Dinas Prasjal dan Tarkim Sumbar yang berkantor di Lubuk Selasih atau hanya berjarak 1,5 KM dari lokasi ketika akan dipinjam tidak mendapat respon oleh UPT setempat.

Baru pagi harinya alat berat berupa mesin excavator milik Dinas PU Kabupaten Solok datang ke lokasi untuk mencari korban. Di lokasi itu juga ditemukan dua buah mobil jenis L 300 dan pickup dalam keadaan tertimbun.

Kemacetan panjang tidak bisa dielakkan dan melumpuhkan akses jalan dari Lubukselasih ke Solok Selatan dan Jambi lebih dari 12 jam.

“Meski empat jasad korban sudah ditemukan, kita akan terus melakukan pencarian karena dikhawatirkan ada korban yang masih tertimbun,” jelas Walinagari Batang Barus, Syamsul Azwar.

Sehari sebelumnya, di Nagari Batang Barus juga terjadi longsor di Bukit Subang, Jorong Lubuk Selasih, yang menutup akses jalan sehingga 8 KK dan 36 warga setempat jadi terisolasi.

Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, turun langsung menyaksikan proses evakuasi jenazah dan meminta masyarakat tetap waspada. Pencarian korban itu berlangsung di bawah derasnya hujan dan angin kencang serta cuaca yang dingin.

“Ini adalah musibah dari Allah dan kita harus bersabar menerima semua ini. Saya juga mengacungkan jempol kepada Polres Arosuka dan jajaran yang sangat peduli dan setia mengawasi lokasi dari malam hingga siang ini,” kata Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin.

Wabup juga mengaku kecewa berat dengan pihak BPBD Kabupaten Solok yang dinilai lambat merespon peristiwa bencana alam itu. Wabup juga mengaku sudah memerintahkan camat dan walinagari untuk mendata semua rumah yang dilanda musibah angin kencang dan paling lambat Jumat hari ini datanya sudah masuk.

Angin Puting Beliung

Sementara itu, di Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, yang terdiri dari 15 jorong, dilanda angin puting beliung. Sekitar 200 rumah di tiga jorong, yakni Jorong Limau Puruik, Sariak Bayang, dan Rimbo Data ditimpa angin puting beliaung, termasuk bangunan sekolah dan rumah ibadah.

“Hampir seluruh jorong di Sungai Nanam ini rumah warga rusak ringan maupun berat. Laporan yang masuk baru sekitar 200 rumah dari tiga jorong,” kata Plt. Ketua DPRD Kabupaten Solok, Kasmudi, yang juga warga Sungai Nanam.

Sementara, SMP 6 pagarnya ambruk, atap PAUD dan sebuah SD juga habis diporakporandakan oleh angin kencang, termasuk atap Masjid Uswatun Hasanah. Beluma da laporan korban di nagari berpenduduk 26 ribu jiwa itu.

Musibah angin kencang juga merusak ratusan rumah di Alahanpanjang, Salimpat, Nagari Aia Dingin di Kecamatan Lembah Gumanti, dan di Nagari Lolo serta Surian.

Di nagari Koto Gaek Guguak dan Jawi-Jawi Guguk, dua pohon beringin besar di Jorong Linjuang Tinggi dan Pakan Jumat tumbang serta merusak areal pertanian masyarakat. Di Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, puluhan rumah warga juga rusak berat dan atapnya diterbangkan angin kencang.

Terpisah, Bupati Solok, H. Gusmal, menyampaikan duka yang mendalam terhadap korban longsor dan meminta seluruh masyarakat Solok tetap mewaspadai longsor dan angin kencang.
“Saat ini cuca ekstrim sedang melanda daerah kita. Masyarakat agar tetap waspada karena musibah bisa datang setiap waktu,” kata Bupati Gusmal

Sampai berita ini diturunkan, beberapa nagari masih gelap gulita karena listrik terputus sejak Kamis dinihari dan masih dalam perbaikan PLN Rayon Solok. (Wandy)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY