Puting Beliung Porak-porandakan Dua Daerah di Sumbar

0
489
Gonjong Balaikota Bukitting yang rusak dihantam angin kencang, Kamis (25/8)
Sebuah pohon besar tumbang di Taman Jam Gadang Bukittingi, Rabu malam (24/8) akibat angin kencang
Sebuah pohon besar tumbang di Taman Jam Gadang Bukittingi, Rabu malam (24/8) akibat angin kencang

Limapuluh Kota, KP –  Angin kencang melanda Kabupaten Limapuluh Kota sepanjang Rabu malam (24/8). Akibatnya, sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah serta warung. Di antaranya menimpa rumah warga Nagari Kurai, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota dan memporakporandakan kedai milik Yaldi Jaya (30).

Menurut Yaldi Jaya, angin ribut sempat menguncang pohon damar yang berada di seberang jalan di depan warung miliknya. Sesaat kemudian terdengar bunyi berderak dan pohon itu tumbang menimpa warung miliknya.

Naasnya, saat kejadian pohon damar itu tumbang, di dalam kedai tersebut ada istri Yaldi Jaya bernama Ramayida, (27) bersama dua orang pengunjung, Debi (19) dan Reno (19). Selain ketiga korban, Ramayida, Debi, dan Reno, dua unit sepeda motor merk Yamaha juga hancur ditimpa pohon damar tersebut.

Sampai berita ini naik, Ramayida yang mengalami luka memar dan Debi mengalami luka di bagian kepala masih dirawat intensif di RSUD Ahmad Darwis Suliki. Sedangkan Reno dikabarkan tidak menderita luka yang berarti.
Mendapat laporan adanya pohon tumbang menimpa kedai dan warga di Nagari Kurai, Camat Suliki Ricky Edward, S.sos bersama Sekcam, Wira Dinanta, bersama Anggota DPRD Limapuluh Kota, Suriadi, datang ke lokasi, Kamis pagi (24/8).

Menurut Ricky Edward, musibah angin kencang yang melanda Kabupaten Limapuluh Kota harus diwaspadai warga. Terkait musibah pohon tumbang yang menimpa warung Yadi Jaya, diperkirakan kerugian korban sekitar Rp90 juta. Angka itu belum termasuk kerugian yang dialami korban yang kini masih dirawat di RSUD Ahmad Darwis Suliki.

Pantauan KORAN PADANG di lapangan, untuk membersihkan pohon damar yang tumbang membelintang jalan termasuk membersihkan puing-puing kedai yang hancur akibat pohon tumbang itu, petugas BPBD Limapuluh Kota sudah turun ke lokasi dan memotong batang damar yang menimpa kedai korban. Musibah angin kencang juga melanda Jorong Dusun Anam, Nagari Labuah Gunuang dan Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban.
Kasi Kedaruratan BPBD Limapuluh Kota, Rahmadinol, mengatakan musibah angin kencang yang terjadi di dua nagari tersebut menelan korban luka-luka dan rumah hancur.

“Sedangkan di Nagari Suayan Randah dan Suayan Tinggi, Kecamatan Akabiluru, dua unit rumah rusak ditimpa pohon. Kedua rumah yang hancur itu milik Masri dan Nining,” katanya.

Gonjong Balaikota Bukittinggi Diterbangkan Angin

Sementara itu, dari Bukittinggi dilaporkan puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Balaikota Bukittinggi di Bukit Gulai Bancah berhamburan keluar ruangan ketika hujan dan angin kencang menerjang dan menumbangkan Gonjong kantor berlantai III itu sekitar pukul 11.45 WIB, Kamis (26/8).

Awalnya terdengar sudara berderak yang membuat para ASN berhamburan keluar ruangan. Ternyata suara berderak itu berasal dari gonjong Balaikota yang diporakporandakan hujan dan angin kencang. Sebagian gonjong diterbangkan angin dan terjatuh di depan ruangan Bagian Perekonomian di lantai II. Sebagian gonjong lagi mendarat di taman Balaikota dan pecahan lainnya jatuh di samping kantor Balaikota.

Pantauan KORAN PADANG, para ASN tampak panik karena beberapa gonjong lainnya terlihat melambai-lambai seperti akan roboh. Untuk menghindari agar tidak terjadi korban, para ASN banyak yang pulang.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bukittinggi, Suyerman Yakub, mengatakan angin kencang telah menumbangkan pohon di beberapa tempat. Di antaranya di objek wisata Panorama Lubang Jepang. Musala yang ada di dalam taman itu ditimpa pohon.

Kemudian, pagar Istana Negara Bung Hatta roboh ditimpa pohon palem yang tumbang. Pohon tumbang juga terjadi di depan SMPN 7, Balai Banyak, Tengah Sawah, Belakang Balok, Pintu Kabun, Tangah Jua, Guguak Bulek, Bukik Apik, dan daerah lainnya.

Walikota Bukkittinggi, H. Ramlan Nurmatas, bersama Wakil Walikota, H. Irwandi, serta Kepala DKP, H. Supadria, Kakan Satpol PP, Syafnir, dan jajaran turun ke lapangan untuk melihat lokasi pohon-pohon tumbang tersebut.

Saat mengunjungi Taman Panorama, Walikota menginstruiksikan kepada Kabid Museum dan Peninggalan Sejarah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bukittinggi, Ridwan, untuk secepatnya memperbaiki musala yang ditimpa pohon karena dibutuhkan untuk beribadah bagi pengunjung.

Walikota Ramlan Nurmatias mengatakan hujan dan angin kencang yang terjadi di Bukittinggi merupakan bencana. Dia meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi tempat-tempat rawan.

“BPBD diharapkan siap siaga memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terkana musibah,” kata Wako seraya menyebutkan belum bisa memastikan kerugian akibat musibah itu. (Doddy Sastra/Edison/Oki)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY