Asyik Ngelem, Sepasang Kekasih Diamankan Warga

0
330

PAYAKUMBUH, KP – Tengah asyik ngelem (menghisap lem – red) di dekat sebuah gerobak di Kelurahan Parit Rantang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, sepasang kekasih sebut saja Melati (21) yang mengaku berasal dari Jorong Sawik, Limbanang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota dan pria pujaannya, Naro (15) — bukan nama sebenarnya — diamankan warga sekitar, Kamis (25/8), sekitar pukul 11.30 WIB. Keduanya diduga tengah mabuk lem sehingga tidak mengetahui saat sejumlah warga mengintai mereka.

Setelah diamankan, kedua pasangan kekasih itu diserahkan ke Satpol PP Payakumbuh. Kepada penyidik di Markas Pol PP di Balaikota, kedua pasangan itu mengakui mereka memang ngelem di lokasi tersebut. Bahkan, kedua pasangan itu mengakui telah lama menjadi pecandu hisap lem.

“Saya sudah dua tahun lamanya menjadi penghisap lem,” aku Naro, remaja asal Barulak, Kabupaten Tanahdatar yang tidak tamat SD tersebut, saat kembali menjalani pemeriksaan di Markas Pol PP, Jumat (26/8).

Selain mengaku kerap bersama menghisap lem, pasangan kekasih yang sering bermalam di pasar bertingkat Payakumbuh itu mengaku telah berulangkali melakukan hubungan layaknya suami istri. Bahkan, mereka pernah digrebek warga.

Melati yang telah belasan tahun menggelendang di pasar Payakumbuh itu juga mengakui dirinya sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK). Wanita itu mengaku kerap menunggu pelanggan di sebuah kedai Tuak di kawasan Pasar Ibuah Payakumbuh. Bahkan, dia juga pernah mengikuti rehab di Panti Rehabilitasi Sosial Andam Dewi, Solok.

“Saya pernah direhab di Andam Dewi selama 3 tahun. Kalau untuk ngelem, saya baru beberapa hari ini diajari Naro,” kata perempuan berambut pendek itu.

Selain mengamankan sepasang kekasih itu, Satpol PP juga mengamankan seorang perempuan muda yang diduga mengalami gangguan kejiwaan. Perempuan bernama Desi tersebut sebelumnya diserahkan polisi dari Polres Payakumbuh yang melakukan patroli.

Kasat Pol PP Payakumbuh, Fauzi Firdaus, melalui Kasiops, Eza, didamping Kasi perundangan, Ricky Indra dan Atrimon, Kasi Linmas, mengatakan Naro yang masih dibawah umur akan dilakukan pembinaan, sementara Melati akan diserahkan ke Dinas Sosial Payakumbuh untuk selanjutnya diantarkan ke Panti Rehabilitasi Andam Dewi Solok. Sedangkan Desi diantarkan ke pihak keluarganya di Lintau, Tanahdatar. (Dody Sastra)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY