BPBD: Tiga Daerah Terdampak Paling Parah

0
180

PADANG, KP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat saat ini tengah melakukan pendataan kerugian yang dialami warga yang rumahnya rusak akibat hujan disertai agin kencang yang melanda wilayah Sumbar selama tiga hari lalu.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Pagar Negara, usai melantik pejabat eselon II di Audiotorium Gubernuran, Jumat (26/8).

“Selama tiga hari sejak Selasa hingga Kamis (23-25/8), curah hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang hampir merata terjadi di wilayah Sumbar. Akibat cuaca ekstrim, lebih dari 270 rumah warga di sejumlah daerah rusak diterjang angin puting beliung. Tiga dari enam daerah terdampak paling parah adalah Kabupaten Solok, Pasaman Barat, dan Padangpanjang,” terangnya.

Berdasarkan data BPBD Sumbar, tambahnya, rumah warga yang rusak di Air Dingin, Lembang Jaya, Kabupaten Solok terdapat 200 unit, di Pasaman Barat 60 rumah, dan di Kota Padangpanjang 14 unit. Kondisi kerusakan di tiga daerah itu mulai dari rusak ringan hingga berat.

“Saat ini tengah dilakukan pendataan berapa kerugian yang dialami masyarakat akibat kejadian itu. Untuk sementara kerugian di Pasaman Barat mencapai Rp300 juta,” sebutnya.

Lebih lanjut Pagar Negara mengatakan, enam daerah lainnya yang terdampak akibat cuaca ekstrim disertai agin kencang yang terjadi selama tiga hari meliputi Kabupaten Pasaman Baratdengan di tiga kecamatan terdampak, yaitu Kecamatan Sasak Ranah Pasisia.

Di sana terdapat empat unit rumah rusak berat dengan kerugian diperkirakan Rp200 juta. Lalu, Kecamatan Talamau terdapat empat 4 unit rumah tertimpa pohon dengan kerugian diperkirakan Rp150 juta, dan di Kecamatan Pasaman Barat satu unit rumah rusak berat dengan kerugian diperkirakan Rp20 juta.

Selanjutnya di Bukittinggi hujan disertai badai mengakibatkan pohon tumbang di enam titik serta menimpa dan merusak satu unit musala dan tiang listrik. Longsor juga terjadi di daerah Nagari yang mengakibatkan tertutupnya akses jalan.

“Di Kota Solok, angin kencang melanda dua kecamatan yaitu, Kecamatan Lubuk Sikarah terdapat dua rumah rusak ringan dan dua rumah rusak berat.

Kemudian Kecamatan Tanjung Harapan terdapat pohon tumbang di beberapa titik, dan di Kota Padangpanjang mengakibatkan pohon tumbang pada 18 titik lokasi. Satu unit perkantoran berikut satu unit rumah warga tertimpa pohon,” tuturnya.

Sementara itu, di Kabupaten 50 Kota beberapa pohon dan rumah warga mengalami kerusakan. Rumah warga mengalami kerusakan terdapat Kecamatan Lareh Sago.

Di kecamatan itu terdapat empat unit rumah rusak dan dua unit rumah warga di Kecamatan Akabirulu. Kemudian di Kecamatan Suliki satu unit rumah rusak berat dan dua orang mengalami luka-luka. Sementara di Kecamatan Bukit Barisan terdapat lima unit rumah rusak.

Selanjutnya, di Kabupaten Agam 24 unit rumah rusak ringan, 2 unit rusak sedang, 5 unit rusak berat, dan 2 unit musala rusak di Kecamatan Sungaipua. “Itu data yang masuk sementara, saat ini masih terus dilakukan pendataan,” kata Pagar Negara. (Bobby Febrianda)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY