Bukit Bendera, Lebih Keren daripada Kalibiru Jogja

0
1384
Istirahat di rumah pohon, awas jatuh...!
Salah Satu Pengunjung Sedang Menikmati Rumah Pohon Yang Ada Di Objek Wisata Bukit Bendera

Bukit Bendera adalah objek wisata baru di Lubukpasing, Nagari Talaok, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, yang sedang ngetren saat ini. Di media sosial seperti intsagram, sudah banyak beredar foto-foto yang memperlihatkan pesona keindahan Bukit Bendera.

Jika ingin berkunjung ke Bukit Bendera, dari Kota Padang dapat menempuh rute Jalan Raya Padang – Painan, Tarusan, hingga sampai di pertigaan Pasar Baru.Kemudian mengambil arah kiri atau jalan menuju ke obyek wisata Jembatan Akar Bayang. Dari pertigaan tersebut, kira–kira 10 Km lagi sampai di Bukit Bendera yang berada di sisi kanan jalan.

Sesampainya di kaki Bukit Bendera, pengunjung membayar retribusi masuk sebesar Rp2.000. Sedangkan biaya parkir gratis.Di titik awal pendakian terdapat plang–plang ucapan selamat datang di Bukit Bendera. Biasanya pengunjung berfoto–foto di plang tersebut.

Bukit Bendera memiliki ketinggian puncak sekitar 400 mdpl. Jika berjalan dengan santai bisa sampai di puncaknya dalam waktu 15–30 menit. Jalur sudah ditata dengan baik oleh pengelola. Di setiap akhir tanjakan dipatok tanda puncak. Total terdapat 15 tanda puncak yang berarti ada 15 tanjakan yang harus dilalui. Biasanya, di tiap tanda patok puncak terdapat pesan–pesan singkat yang berisikan tentang semangat. Bahkan, ada ‘kalimat sindiran’ terhadap kaum jomblo seperti ‘yang jomblo mana suaranya’. Ada-ada saja…

Puncak Bukit Bendera ditandai dengan sebuah tiang bendera dengan bendera merah putih berukuran besar yang berkibar kesana kemari mengikuti arah angin. Di puncak ada sejumlah penjual makanan dan minuman.

Selfie dulu di puncak Bukit Bendera
Selfie dulu usai berusaha mencapai puncak Bukit Bendera
Pantang menyerah sebelum tiba di puncak
Pantang Menyerah Sebelum Capai Puncak

Dilansir jelajahsumbar.com, penamaan Bukit Bendera untuk objek wisata ini berkaitan dengan sejarah yang terdapat pada bukit ini. Dulu, pada masa penjajahan bukit ini dijadikan tempat meninjau para penjajah yang masuk karena memang dari puncak bukit ini dapat leluasa melihat seluruh Nagari Bayang. Apabila penjajah masuk ke darah Bayang, maka bendera ini diturunkan sebagai kode bahwa ada musuh. Apabila penjajah tidak ada, maka bendera akan kembali berkibar.

Kenapa bukit bersejarah ini kemudian menjadi obyek wisata yang hits? Karena memang pemandangan disini keren banget.Selain itu keberadaan rumah pohon membuat orang–orang berlomba–lomba menuju kesini. Tak kalah dengan objek wisata Kalibiru Jogja, disini juga terdapat hal yang sama, bahkan dari segi pemandangan lebih keren.Sebab, jika di Kalibiru hanya berlatarkan danau sedangkan disini dapat dilihat hamparan luas Samudera Hindia!

Rumah Pohon

Rumah pohon yang ada di Bukit Bendera mampu menopang orang mau selfie diatasnya sebanyak 5 orang. Keadaan rumah pohon di Bukit Bendera jika dibandingkan dengan Kalibiru sangat jauh. Di Kalibiru Jogja, pihak pengelola sudah memperhatikan aspek keselamatan pengunjungnya dengan memberikan tali pengikat bagi pengunjung yang hendak berselfie di rumah pohon. Sayangnya, di Bukit Bendera hal itu belum ada. Selain itu, bambu–bambu yang menjadi penopang pada beberapa bagian sudah ada yang rusak sehingga bisa berpotensi menimbulkan kecelakaan. *

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY