Dukungan Anggaran Minim, Pegulat Sumbar Tetap Raih Emas di Kejurnas

0
225

PADANG, KP – Empat pegulat Sumbar berhasil meraih empat keping medali di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gulat Kategori Kadet di GOR Saparua, Bandung pada 25-26 Agustus 2016.

Mereka adalah Rexy Alfareri yang sukses mendulang emas setelah menang bantingan atas pegulat Jatim, Ayub Bagus di babak final gaya grego kelas 58 kg putra. Begitu juga dengan gouldy alfaleri juga berhasil meraih emas di kelas 63 bebas setelah mengalahkan Ferry Eko Jatim.

Lalu, satu medali perak disumbangkan Tegar Waluya Arif yang kalah atas pegulat Jatim, Yusril Surya Alamsyah di final kelas 42 kg putra. Sedangkan, Qatrun Nada juga berhasil raih perunggu di kelas 60 putri setelah menang bantingan atas Pegulat Jambi, Yulia Erdayanti.

“Kami harap masih ada tambahan medali dari empat pegulat lainnya yang belum diturunkan,” ujar Sekum PGSI Sumbar, Ediswal kepada saat dihubungi KORAN PADANG melalui telepon selulernya, Jumat (26/8).

Sebelumnya, pegulat Sumbar atas nama Randa Riandesta juga sedang bertarung melawan pegulat Banten, Dimas S pada ajang perebutan medali perunggu di kelas 69 kg putra. Sedangkan, empat pegulat lainnya yang belum diturunkan di gaya bebas, di antaranya adalah, Gouldy Alfaleri di kelas 63 kg putra, Muhammad Akbar di kelas 46 kg putra dan Qatrun Nada Junedi di kelas 60 kg putri.

Kemampuan yang dimiliki para pegulat tersebut, tak terlepas dari porsi latihan ekstra yang diberikan pelatih, Ilmarizal dan Arnaldi. Lalu, dukungan moral dari menejer tim gulat Sumbar, Dasril S.

Harus diakui, sebelumnya para petinju itu sempat terancam gagal diturunkan pada iven tersebut. Ini karena tidak adanya anggaran PGSI Sumbar.

“Begitu juga dengan KONI Sumbar yang enggan ikut campur dalam hal penyediaan bantuan anggaran pahlawan olahraga Tuah Sakato itu. Padahal, keikutsertaan para pegulat tersebut bukan memperjuangan nama baik pribadi, melainkan nama Sumbar,” ujar Ediswal.

Lebih lanjut dia mengatakan, keyakinan jugalah yang menguatkan niat kami untuk menurunkan pegulat kita, meski harus meminjam dana untuk bisa memberangkatkan mereka. “Alhamdulillah, ternyata perjuangan kami tidak sia-sia. Meski banyak cobaan yang kami hadapi saat akan berangkat sebelumnya,” ungkap pelatih gulat senior tersebut.

Meski demikian, sudah seharusnyalah prestasi yang telah diraih para pegulat Sumbar ini diapresiasi KONI Sumbar. Karena mereka inilah cikal bakal prestasi gulat Sumbar di PON XX di Papua pada 2020 nanti. Selain itu, ini juga sebagai ajang uji coba, sekaligus melihat peta kekuatan lawan jelang turun di Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja yang akan dilaksanakan di Semarang tahun depan. (Afrinaldi)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY