Pendidik Tompangkan Harapan pada Kadisdik Baru

0
295

BUKITTINGGI, KP – Para tenaga pendidik Kota Bukittinggi menyambut baik atas dilantiknya, Burhasman sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sumbar oleh Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Auditorium Gubernuran, Jumat (26/8).

Kabar pelantikan Burhasman menggantikan Kadisdik yang lama, Syamsurizal karena memasuksi masa pensiun itu cepat menyebar melalui “Whats App” di kalangan guru, kepala sekolah dan Dinas Pendidikan.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sumatra Barat, H.Persalide kepada KORAN PADANG, Jumat (26/8) mengatakan, pilihan Gubernur Irwan Prayitno menetapkan Burhasman sebagai Kadisdikbud Sumbar baru nilai tepat. Pasalnya, Burhasman memiliki pengalaman dalam bidang pendidikan.

Dikatakannya, alumni PGA Gunung Pangilun Padang ini, karirnya dimulai dari pegawai Dinas Pendidikan Sumbar.
Ketika otonomi daerah, ia dilantik menjadi Kepala Dinas Pendidikan Sawahlunto.

Tahun 2006 dipromosikan menjadi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar. Lima tahun menjabat, ia akhirnya dipercaya menjadi kepala Dinas Pariwisata Sumbar . Dan saat ini diamanahkan kembali menjadi orang nomor satu dalam mengelola Pendidikan di Ranah Minang.

Banyak harapan tertompang pada Burhasman dalam memajukan pendidikan di Sumbar. Pekerjaan Rumah alumni IKIP Padang ini yang harus diselesaikan dalam waktu dekat adalah, pengalihan kewenangan dan pengelolaan SMA/SMK dari kabupaten/kota ke provinsi.

Selanjutnya adalah, persoalan kurikulum yang saat ini masih beragam dilaksanakan pada setiap jenjang pendidikan.

Untuk diketahui, saat ini di setiap satuan pendidikan (SD-SLTA) terdapat tiga versi kurikulum yang digunakan, yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)/ Kurikulum 2006.

Ada juga melaksanakan Kurikulum 2013. Khusus kelas VII dan kelas X melaksanakan Kurikulum 2013 edisi revisi, sedangkan kelas VIII dan IX (SMP) serta XI dan XII (SMA) melaksanakan kurikulum edisi lama.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk keluhan guru di sekolah saat ini adalah, pelaksanaan kurikulum edisi revisi.

“Sampai saat ini buku yang direkomendasikan Kemendikbud belum sampai ke sekolah. Guru masih bingung bagaimana menerapkan pembelajaran kurikulum edisi revisi ini sementara yang mengikuti pelatihan hanya satu orang masing-masing mata pelajaran per kabupaten/kota,” katanya.

Persalide mengharapkan di tangan Burhasman, pendidikan di Sumbar diharapkan dapat lebih maju. “Saat ini yang diperlukan bagaimana mengajak guru fokus mengajar, dan tidak membuat kebijakan yang membuat guru resah apalagi galau,” pungkasnya. (Almujafri Surau)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY