Tunjangan Guru Dipangkas Rp24,3 Triliun

0
227

JAKARTA, KP – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani genap berusia 54 tahun, Jumat (26/8). Namun, hari bahagianya itu mungkin berbuah ‘kado pahit’ bagi sejumlah guru. Pasalnya, Menkeu akan memangkas tunjangan guru sebesar Rp23,4 triliun pada APBN Perubahan 2016.

Kementerian Keuangan mengumumkan rencana pemangkasan tunjangan profesi guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) sebesar Rp23,4 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016.

Adapun pagu tunjangan profesi guru dalam APBN Perubahan yaitu Rp69,762 triliun. Bila dipotong, uang insentif tinggal Rp46,4 triliun. Selain itu, dana tambahan penghasilan guru juga dipangkas Rp209,1 miliar dari pagu Rp1,02 triliun sehingga tersisa Rp811,4 miliar.

Hal itu dikarenakan target penerimaan negara yang meleset sehingga pemerintah terpaksa memangkas belanja Rp137,6 triliun. Pemangkasan itu terdiri atas penghematan belanja pusat Rp64,7 triliun, dan transfer ke daerah serta dana desa sebesar Rp72,9 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada rapat kerja bersama Komisi XI DPR mengatakan, tunjangan profesi guru PNSD masuk dalam pagu transfer dana alokasi khusus (DAK) nonfisik.

“Kami lakukan penyesuaian untuk DAK nonfisik, terutama untuk tunjangan profesi guru. Ini saya mohon untuk enggak dibaca seolah-olah pemerintah enggak punya komitmen ke pendidikan,” kata Menkeu yang akrab disapa Ani itu, kemarin.

Menurut dia, pemotongan anggaran tunjangan profesi guru PNSD itu karena penurunan jumlah guru bersertifikat yang berhak memperoleh tunjangan ini dari 1,3 juta orang menjadi 1,2 juta orang karena pensiun.

Diprotes

Menanggapi hal itu, Ketua DPR RI, Ade Komaruddin, Jumat (26/8), memprotes rencana pemerintah tersebut.
“Kalau tunjangan guru tidak usah dipotong. Kalau mau dipotong yang lain. Kalau tidak ada lagi yang lain dipotong, potong gaji pejabat negara. Guru jangan dong. Kita bisa begini saja karena mereka. Tahu terimakasihlah,” kata Akom.

Dia akan meminta pemerintah, khususnya Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk tidak memotong anggaran bagi guru, khususnya tunjangan guru sebesar Rp23,4 triliun pada APBN Perubahan 2016.

“Saya mau minta ke Bu Sri Mulyani dan juga ke Badan Anggaran untuk tidak dipotong tunjangan guru itu,” pungkas Akom.

Senada, anggota Komisi X DPR, Popong Otje Djundjunan, atau biasa dipanggil Ceu Popong, menyesalkan rencana pemerintah yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang akan memotong anggaran termasuk tunjangan bagi guru.

“Guru di Indonesia dibandingkan gaji guru negara lain kan jauh, masa harus dipotong. Kita manusiawi ajalah,” kata Ceu Popong.

Politikus Partai Golkar itu memahami kondisi keuangan negara sedang sulit, sehingga negara harus melakukan efisiensi dengan memotong berbagai anggaran. Tapi menurutnya, masih banyak sektor yang bisa dipotong anggarannya tanpa harus mengorbankan tunjangan guru. “Pemotongan boleh saja, tidak diharamkan. Tapi jangan guru atuh. Kasihan kalau guru,” katanya.

Menurut Ceu Popong, sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani, tidak merasakan derita para guru terutama yang di pelosok dengan memaksakan pemotongan anggaran. Selain itu, Ceu Popong mengkritik kebijakan Menteri Keuangan yang memangkas banyak sektor sebagai langkah tidak populer.

Baginya, dengan dua kali perubahan APBNP, pemerintah seperti tidak mempunyai prioritas dalam pembangunan. Beberapa sektor yang harus didorong justru dipotong anggarannya, seperti tunjangan bagi para guru. Dia berharap pemerintah melakukan pemotongan anggaran dengan bijak.

“Yang jelas, kalau ada kaitan dengan kesejahteraan masyarakat, termasuk guru, jangan diganggu,” katanya.

Namun demikian, anggota Komisi X DPR RI, Dadang Rusdiana, mengatakan pemangkasan itu karena adanya ketidakakuratan atau data fiktif soal guru yang akan disertifikasi tahun ini. Kebijakan itu, menurut Dadang, takkan menganggu kinerja guru karena anggaran yang dipotong adalah untuk guru yang sudah pensiun dan yang belum disertifikasi, tapi masuk daftar penerima (fiktif).

“Jadi pada dasarnya tidak mengganggu guru yang sudah berjalan tunjangan profesi gurunya,” kata Dadang.

Sumber: Merdeka.com/Okezone.com

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY