Bupati Gusmal: Kabupaten Solok Harus Bebas dari Narkoba

0
443

SOLOK, KP –  Pasca tertangkapnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Politisi nyabu di Jorong Sawah Sudut, Nagari Salayo Kabupaten Solok, Bupati H. Gusmal Dt Rajo Lelo mengimbau masyarakat untuk menjahui segala jenis narkoba. Sebab, hanya akan merusak diri serta hilangnya masa depan.

“Kita menginginkan Kabupaten Solok yang Qurani dan menjahui perbuatan maksiat serta melarang menggunakan segala jenis obat-batan terlarang seperti narkoba,” terang Gusmal,  Senin (29/8) usai mendapat laporan adanya PNS dan Politisi asal Sawah Sudut, Nagari Salayo yang menjadi pengedar narkoba jenis sabu dan berhasil ditangkap anggota Sat Narkoba Polres Solok, Jumat kemarin.

Bupati Gusmal juga menghimbau walinagari, BMN dan KAN ikut mengawasi masyarakat dan anak keponakannya agar tidak terjerat barang haram narkoba.

“Kalau semua pihak yang ada di nagari ikut mengawasi pengguna narkoba, maka kita optimis tidak akan ada lagi warga kita yang akan menggunakan obat-obat terlarang tersebut,” jelas Gusmal.

Sebelumnya, anggota Sat Narkoba Polres Arosuka berhasil menciduk 3 orang pemakai narkoba yang salah satunya sebagai bandar narkoba di Jorong Sawah Sudut. Saat ditangkap dua orang pelaku tengah asik mengunakan barang haram tersebut.

Ketiga pelaku yang ditangkap itu masing-masingnya berinisial, FZ (31) warga Sawah Sudut, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, FR (36) warga Sinapa Piliang Kota Solok, dan FD (37) warga Kelurahan Tanahgaram, Kota Solok.

Ketiga pecandu sabu ditangkap polisi di kediaman pelaku FZ yang diduga pengedar sabu di kawasan Jorong Sawah Sudut. Saat ini ketiganya sudah diamankan di Mapolres Arosuka Solok.

Dari tangan pelaku FZ, polisi berhasil mengamankan barang bukti (BB), berupa 1 paket sedang sabu dengan nilai jual sekitar Rp 7 juta beserta timbangan, pirek, bong dan pipet yang disimpan pelaku dalam sebuah dompet.

Untuk tersangka FD, ia bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu instansi pemerintah di Pemko Solok. Sementara FR, merupakan Wakil Ketua DPD Golkar Kota Solok sekaligus staf ahli salah satu fraksi di DPRD Kota Solok.

Dari pengakuan tersangka FR kepada petugas, dia datang ke rumah tersangka yang diduga bandar sabu, FZ untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Namun, sampai di sana, FR disuguhkan sabu oleh tersangka FD.

“Saya datang ke Salayo untuk suatu keperluan. Namun, FD mengajal saya untuk mencoba sabu ini dan saya mencobanya,” jelas FR.

Sementara Kapolres Arosuka Solok, AKBP Reh Ngenana melalui KBO Sat Narkoba, Ipda Amin Nurrasid mengatakan, pelaku FZ sendiri sudah menjadi Target Operasi (TO) Polres setempat. Namun, pelaku cukup licin, dibutuhkan waktu lama untuk menciduknya.

Namun, Aatas laporan masyarakat, FZ berhasil diciduk, bahkan dirinya sempat membuang BB saat petugas menangkapnya. Beruntung saat petugas melakukan pengeldahan di rumah tersangka, petugas mendapatkan BB yang disimpan dalam kandang ayam.

“Tersangka dikenal licin dan kita melakukan pengintaian beberapa hari untuk berhasil menciduk tersangka,” jelas Ipda Amin Nurrasid. Setelah dilakukan tes urine, ketiganya terbukti positif menggunakan narkoba. (Wandy) 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY