Nasrul M.Fitra: Sudah Saatnya Bukittinggi Keluar dari Ketiadaan Major Iven

0
221
????????????????????????????????????

 

BUKITTINGGI, KP – Bukittinggi sebagai salah satu kota destinasi wisata di Sumatra Barat tidak memiliki major iven yang dapat dijadikan sebagai Ikon wisata dan dilaksanakan secara berkesinambungan setiap tahunnya.

Ikon wisata dari sebuah kegiatan wisata sangat penting bagi promosi wisata, baik secara nasional maupun internasional.

Seperti, Kota Sawahlunto yang memiliki Ikon wisatan “Festival Songket”, Batusangkar dengan “Festival Pagaruyung” dan Pesisir Selatan dengan “Festival Langkisau”.

Lalu, Kota Padang dengan “Padang Fair”. Bahkan, kota wisata lainnya di Indonesia memiliki mayor iven tersebut. Namun, tidak bagi Bukittinggi yang sangat minim dengan iven wisata yang dapat dijadikan sebagai Ikon di Kota Wisata ini.

Bahkan, kalaupun ada dulunya, kegiatan yang dibuat masyarakat diberi nama “Pedati” dan sempat mendunia saat itu, menghilang setelah masyarakat menyerahkannya kepada Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi untuk mengelolanya.

Dan hingga kini Bukittinggi tidak memiliki iven wisata adalan yang dapat dijadikan Ikon Wisata Bukittinggi.

Pemerhati Wisata Bukittinggi, Nasrul M.Fitra kepada KORAN PADANG, Minggu (28/8) kemarin, juga mengakui jika Kota Bukittinggi sebagai kota wisata tidak memiliki major iven yang dapat dijadikan sebagai Ikon wisata andalan dan menjadi tujuan wisatawan, baik itu wisatawan Nusantara maupun mancanegara.

Dulu, katanya, Bukittinggi pernah ada iven wisata yang disebut “Pedati” dan merupakan kegiatan kesenian serta pameran dagang yang diikuti berbagai provinsi dan beberapa negara Asean.

Kegiatan yang diprakarsai masarakat itu setelah maju, dan berkembang bahkan menjadi kebanggaan masyarakat Bukittinggi, pasca diserahkan kepada Pemko untuk pengelolaannya, justru hilang tanpa ada kejelasan yang pasti.

Dan sampai sekarang, akuinya, Bukittinggi tidak ada lagi memiliki iven wisata yang dapat dijadikan ikon wisata yang diadakan setiap tahunnya.

Lanjutnya, Bukittinggi memang selalu ramai dikunjungi wisatawan, namun itu baru level wisatawan lokal, dan sangat minim sekali dikunjungi oleh wisatawan nusantara, apalagi wisatawan asing.

“Hal itu terjadi, karena kita terpaku dengan label Kota Wisata yang hanya menjual objek wisata tanpa adanya inovasi baru yang menjadi daya tarik baru bagi pengunjung Kota Bukittinggi,” ujar Nasrul M Fitra.

Menurut Nasrul M Fitra, Bukittinggi sebagai kota wisata yang telah terkenal sampai ke mancanegara, sudah saatnya punya iven yang bertarafkan Internasional dan dapat menjadi Ikon Kota wisata Bukittinggi.

“Untuk membuat iven wisata, Pemko Bukittinggi perlu “Duduak Samo Randah Tagak Samo Tinggi” dengan masyarakat Kota Bukittinggi melakukan urung rembuk membangun pariwisata yang lebih baik lagi kedepannya,” harapnya.

Disamping itu, majunya pariwisata bukan di lihat dari pembangunan infrastrukturnya saja, tetapi dilihat kepada dampak ekonomi pariwisata itu terhadap masyarakat.

“Maka sudah saatnya Pemko Bukittinggi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk duduk bersama membuat iven wisata yang dapat mengangkat ekonomi masyarakat Bukittinggi,” tambahnya.

Saat ini masyarakat di Bukittinggi sudah menginginkan adanya sebuah iven besar yang bertarafkan Internasional serta event yang berkualitas, seperti yang digelar daerah lain. “Kalau bisa lebih menarik dari daerah yang ada,” terangnya.

Bisa saja, katannya, iven itu diberi nama “Festival Jam Gadang atau Festival Sanjai Untuk Kuliner”. Sehingga dengan Festival itu akan dapat menambah daya tarik Kota Bukittinggi, disamping menjadi ikon Wisata Bukittinggi yang selalu di tunggu setiap tahunnya.

“Semoga apa yang menjadi harapan bersama ini menjadi perhatian Pemko Bukittinggi untuk kemajuan Bukittinggi kedepan, terutama di bidang pariwisata,” tambah Narul M Fitra Pensiunan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bukittinggi tersebut.(Edison Sikumbang)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY