Puluhan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

0
270
PULUHAN hektar lahan sawah di Nagari Gurun, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, terlihat retak-retak dan padi berumur 2 bulanpun terlihat meranggas. Foto diambil kemarin. RIDHO
PULUHAN hektar lahan sawah di Nagari Gurun, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, terlihat retak-retak dan padi berumur 2 bulanpun terlihat meranggas. Foto diambil kemarin.  RIDHO
PULUHAN hektar lahan sawah di Nagari Gurun, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, terlihat retak-retak dan padi berumur 2 bulanpun terlihat meranggas. Foto diambil kemarin. RIDHO

LIMAPULUH KOTA,KP – Akibat musim kemarau berkepanjangan, puluhan hektar sawah di Kabupaten Limapuluh Kota terancam gagal panen.Pantauan KORAN PADANG di Kenagarian Gurun, Kecamatan Harau, Senin (29/9), puluhan hektar padi yang berumur 1-2 bulan terancam matiakibat petak-petak sawah tak dialiri air.

Ttanah yang ada di areal persawahan penduduk itu terlihat retak-retak. Malah, sebagian keringkerontang dan padinya mati.Kondisi yang sama juga terjadi di Kenagarian Sarilamak, Kenagarian Taram, Ketinggian, dan sejumlah daerah lainnya.

Arzeni (68), warga Gurun, mengatakan irigasi teknis yang ada didaerah itu tak lagi dialiri air akibat kekeringan.

“Kami hanya bisa pasrah dengan kondisi ini. Mau bagaimana lagi,karena ini faktor alam,” katanya.

Dia menuturkan, selama musim kemarau petani di daerah itu terpaksa menggunakan pompa air untuk mengaliri air ke sawah mereka.Namun biayanya sangat merugikan petani.

Untuk sekali memasukan air bisa menghabiskan dana antara Rp50 ribu sampai Rp100 ribu.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat hujan turun menyirami tanaman padi sehingga kami tidak lagi mengandalkan pompa air untuk mengangkut air ke sawah kami,” ujarnya. (Ridho)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY