Satpam Dikeroyok Hingga Terkapar, Pelakunya Diduga Pelajar

0
161

LIMAPULUH KOTA, KP – Belasan pemuda mengeroyok satpam Toko Daya Motor, Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Kotobaru, Kabupaten Limapuluh Kota, hingga babak belur.

Akibat pengeroyokan tersebut, satpam bernama Dedi Suryadi (36) asal Jorong Kampuang Baru, Nagari Pangkalan itu menderita luka parah di bagian kepala dan dilarikan ke RSUD dr. Adnan WD Payakumbuh setelah dirujuk Puskesmas Pangkalan.

Menurut informasi, kasus pengeroyokan itu terjadi di luar dugaan korban karena tiba-tiba saja kayu dan batu mendarat di bagian kepala, badan, kaki, dan tangannya. Bahkan, belasan pemuda itu juga merusak sepeda motor milik Dedi yang terparkir tidak jauh dari toko Daya Motor.

Hebatnya lagi, belasan remaja dan pemuda itu tidak menaruh rasa empati sedikitpun dan meninggalkan Dedi dalam genangan darah akibat luka-luka pada tubuhnya.

Korban dilarikan kepuskes Pangkalan berkat bantuan masyarakat sekitar yang melihat Dedi telah terkapar bersimbah darah.

Hingga kini pihak Kepolisian Polsek Pangkalan terus melakukan penyelidikan terhadap aksi main hakim sendiri itu. Polsek Pangkalan sudah mengantongi identitas sedikitnya 15 orang pemuda yang melakukan aksi pengeroyokan itu. Namun begitu, korban belum bisa dimintai keterangan akibat masih dirawat di RSUD Adnan WD Payakumbuh.

Kapolsek Pangkalan, Iptu Kalbert Junaidi, mengatakan dari informasi yang beredar di masyarakat, pengeroyokan terjadi akibat satpam Toko Daya Motor melerai perkelahian dua pemuda tidak jauh dari tempatnya bertugas malam itu.

Hal itu dituruti belasan pemuda yang terlibat tawuran namun berselang satu jam kemudian tiba-tiba 15 orang pemuda itu kembali datang dan langsung menghajar korban.

Camat Pangkalan, Andri Yasmen, menduga pelaku pengeroyokan masih remaja dan sekolah. Dia meminta agar remaja, terutama yang masih bersatus pelajar, untuk tidak keluar malam hari melakukan kegiatan yang negatif.

Dia juga menghimbau orangtua untuk melakukan pengawasan secara ketat terhadap anak-anaknya yang masih sekolah dan tidak membiarkan mereka berkumpul-kumpul yang melakukan tindakan merugikan diri sendiri, orang lain, dan masyarakat banyak. (Doddy Sastra)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY