Pemberantasan Korupsi Perlu Sinergisitas Antar-Lembaga Penegak hukum

0
368
KETUA Komis Pemberantasan Korupsi (KPK) memukul gong saat membuka Pelatihan Bersama Peningkatan Kapasitas Aparat Penegak Hukum dalam Pemberantasan Korupsi di Pangeran Beach Hotel Padang, Senin (29/8). Foto BOBBY FEBRIANDA
KETUA Komis Pemberantasan Korupsi (KPK) memukul gong saat membuka Pelatihan Bersama Peningkatan Kapasitas Aparat Penegak Hukum dalam Pemberantasan Korupsi di Pangeran Beach Hotel Padang, Senin (29/8). Foto BOBBY FEBRIANDA
KETUA Komis Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo memukul gong saat membuka Pelatihan Bersama Peningkatan Kapasitas Aparat Penegak Hukum dalam Pemberantasan Korupsi di Pangeran Beach Hotel Padang, Senin (29/8). Foto BOBBY FEBRIANDA

PADANG, KP – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar pelatihan bersama peningkatan kapasitas aparat penegak hukum di wilayah Sumatra Barat dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi (tipikor), di Hotel Pangeran Beach, Jalan Juanda, Kota Padang, Senin (29/8). Kegiatan tersebut bakal berlangsung hingga 9 Sepetember mendatang.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Agus Rahardjo, menyebut pelatihan di Padang itu merupakan yang ketiga diadakan di tahun 2016.

Sebelumnya telah dilaksanakan di Bandung dan Bogor. Menurutnya, pelatihan itu dimulai sejak tahun 2012 dan telah diikuti selitar 2.600 pesertadari instansi penegak hukum.

“Platihan ini merupakan upaya mengatasi berbagai kendala penanganan perkara tindak pidana korupsi (tipikor) dan pengembalian kerugian keuangan negara. Diharapkan dari sinergi antar instansi penegak hukum dapat terwujud kerjasama yang efektif dalam pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Dia menambahkan, sinergi antar intansi penegak hukum mutlak dilaksanakankarena tanpa kerjasama itu serta partisipasi masyarakat, maka penanganan tindak pidana korupsi di Indonesia  tidak akan efektif.

“Mudah-mudahan pelatihan ini memberi perbaikan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia,” tukuk Agus Rahardjo.

Ketua KPK juga berjanji akan menyelesaikan beberapa kasus yang masih menunggak. Menurutnya, saat ini ada 17 kasus yang masih belum tuntas. Namun demikian,dia berjanji KPK akan menyelesaikannya./

Sementara, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyatakan dukungannya atas program pemberantasan korupsi disemua sektor.

Untuk merealisasikan perang terhadap tindak pidana korupsi di Indonesia, katanya, Polri akan terus membangun komunikasi lintas instansi, seperti PPATK, BPK, BPKP, dan Kejaksaan.

“Salah satu program kita di internal Polri adalah menekan budaya koruptif. Sehingga,kita melakukan reformasi di tubuh Polri dalam upaya menumpas habis budaya koruptif di internal Polri sendiri. Mari kita bersama-sama meningkatkan perang melawan korupsi. Polri siap memberantas korupsi baik di internal maupun eksternal,” pungkasnya.

Sedangkan Jampidsus pada Kejagung, Arminsyah, juga bertekad menuntaskan seluruh kasus korupsi. “Penanganan kasus tindak pidana korupsi tidak perlu berlama-lama. Seandainya ada kasus yang sudah satu tahun masih menunggak, itu dihentikan saja,” tegasnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, peran dari Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4D) sangat dibutuhkan, khususnya dalam pembangunan. Sebab, dengan adanya TP4D percepatan pembangunan di daerahdalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan sekaligus menggencarkan upaya pencegahan tindak pidana korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Pelatihan itu dibuka Ketua KPK Agus Rahardjo dan dihadiri Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian, Kepala BPKP Ardan Adiperkasa, Anggota II BPK RI Agus Joko Pramono, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Arminsyah, serta unsur forkompinda Provinsi Sumatra Barat.

Sementara, peserta dalam kegiatan itu diantaranya89 jaksa penuntut dari Kejati Sumatra Barat, 86 penyidik dari Polresta dan Polda Sumatra Barat, 11 auditor BPK RI Perwakilan Sumatra Barat, 10auditor BPKP Perwakilan Sumatra Barat, 2 penyidik PPATK, dan 2 penyidik KPK. (Bobby Febrianda)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY