Keberadaaan Shelter Tsunami Harus Digencarkan

0
126

 

PADANG, KP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar bakal meningkatkan sosialisasi maksimal terhadap penanggulanganresiko bencana (PRB) di Sumbar. Sosialisasi akan dilaksanakan di sekolah-sekolah dengan memaksimalkan peranan BPBD kabupaten/kota dan menjalin koordinasi bersama SKPD terkait.

Kalaksa BPBD Sumbar, Nasridal Patria, menyebut dengan upaya amemaksimalkan sosialisasi, diharapkan masyarakat Sumbar dapat meningkatkan kewaspadaannya karena bencana tak pernah bisa diketahui datangnya.

Menurutnya, diantara sosialisasi yang perlu lebih dimaksimalkan adalah penggunaan shelter dan jalur evakuasi. Sebab, saat terjadi gempakepanikan masih terlihat sehingga penggunaan shelterdan jalur evakusi belum seperti yang diharapkan.

“Kedepannya, sosialisasi penggunaan shelter yang ada di kabupaten/kota di sepanjang pantai di Sumbar harus dimaksimalkankepada masyarakat. Harus ada kegiatan-kegiatan yang diadakan di atas sheltertersebut agar masyarakat mengetahui keberadaan shelter itu. Saat gempa dengan potensi tsunami, mereka yang tinggal disekitar shelter dapat lari kesanadan memamfaatkan jalur evakuasi yang ada,” jelasnya.

Dia menambahkan, melihat luasnya area pada masing-masing shelter yang ada di Sumbar, maka dapat menampung masyarakat dalam jumlah banyak. Namun jika hal itu tak disosialisasikan ke masyarakat, mungkin hanya segelintir orang saja yang mengetahui keberadaan shelter tersebut.

“Di atas shelter itu diadakan senamatau kegiatan lainnya. Ini sebagai bentuk sosialisasi mengenalkan shelter yang ada dikantor pemerintahan, fasilitas umum, dan gedung milik swasta agar fungsinya dapat dimanfaatkan masyarakat pada saat terjadi bencana gempa yang berpotensi tsunami,” terangnya.

Lebih lanjut dipaparkannya, inovasi demi inovasi harus terus dilakukandalam penanggulangan resiko bencana di Sumbar. Selain memaksimalkan peranan BPBD kabupaten/kota, perlu juga melibatkan masyarakat dalam meningkatkan pemahamannya terhadap jenis-jenis bencanayang terjadi di masing-masing daerah.

“Sumbar adalah supermarketnya bencana. Ada 12 bencana alam yang kemungkinanterjadi. Diantaranya banjir, longsor,gempa, angin kencang, tsunami, dan lainnya. Setiap daerah memiliki tingkat kerawanan yang berbedamaka penangananya juga berbeda-beda juga. Disini, BPBDakan terus menjalin koordinasi maksimal dalam penanggulangan dan penanganan bencana dengan pihak-pihak terkait,” ungkapnya.

Diterangkannya, BPBD Sumbar juga terus melakukan rapat koordinasi dan konsultasi data kebencanaan setiap tahunnya untuk merumuskan perencanaan penanggulan bencana yang terarah dan terpadu.

“Dengan adanyadata terkait kebencanaan, data kerusakan, data peralatan yang dimiliki, dan data bencana terkini, diharapkan dapat menjadi panduan dalam penanganan bencana,” tukuknya. (Bobby Febrianda)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY