Pemko Bukittinggi Ambil Alih Semua Titik Parkir

0
266

BUKITTINGGI, KP – Persoalan parkir di Bukittinggi merupakan penyakit menahun yang cukup sulit diberantas.

Ada anggapan sejumlah masyarakat bahwa sulitnya membenahi perparkiran di Bukittinggi karena keterlibatan preman dan urang bagak yang telah mengapling lahan parkirnya masing-masing.

Namun, negara tidak boleh kalah oleh preman. Untuk itu, mulai hari ini, Kamis (1/9), Pemko Bukittinggi mengambil alih dan mengelola semua titik parkir yang ada di Kota Jam Gadang itu.

Untuk mendukung hal tersebut, Walikota Bukittinggi, H. Ramlan Nurmatias, telah mengukuhkan 63 orang juru parkir yang akan bertugas mulai hari ini di semua titik parkir di dalam kota. Pengukuhan juru parkir itu dilaksanakan di Hall Balaikota, Selasa lalu (30/8).

Walikota Ramlan Nurmatias menegaksan pengambilalihan pengelolaan parkir bertujuan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, baik warga kota maupun pengunjung kota.

Selain itu, pengambilalihan titik itu juga dilakukan sekaitan dengan adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengistruksikan pemerintah tidak boleh melakukan kontrak dengan pihak ketiga dalam mengelola parkir.

“Pengukuhan 63 orang juru parkir ini diharapkan menjadi langkah awal menuju jalan keluar dalam mengatasi persoalan pelik perparkiran di Bukittinggi. Kita ingin Bukittinggi menjadi kota wisata dengan pelayanan maksimal.  Termasuk pelayanan parkir. Kita tidak ingin ada masyarakat yang melapor karena tarif parkir yaqng mencekik dan pelayanan petugasnya yang kasar,” kata Walikota Ramlan Nurmatias mewanti-wanti.

Sementara, Kapolres Bukittinggi, AKBP Tri Wahyudi, S.Ik, MH, menyatakan kesiapannya untuk melakukan pengawasan di lapangan.

Dia menghimbau para juru parkir untuk tidak segan-segan melapor jika mengalami gangguan dari para preman dan urang bagak yang merasa terganggu ‘lahannya’ selama ini. Kapolres juga berharap para juru parkir yang telah dikukuhkan itu untuk bekerja ikhlas, keras, cerdas, dan tuntas.

“Kita sangat tidak menginginkan juru parkir yang telah dikukuhkan ini melakukan hal-hal ilegal dan melanggar aturan. Untuk itu, kita bersama anggota di lapangan akan turut melakukan pengawalan dan pengawasan,” terangnya.

Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Bukittinggi, Ibentaro Samudra, mengungkapkan ke-63 orang juru parkir itu ditempatkan di 22 titik parkir.

“Saat rekrutmen dibuka, ada 213 orang yang mendaftar dan setelah mengikuti seleksi oleh tim, yang dinyatakan lolos hanya 63 orang. Semua juru parkir itu akan diberi gaji sesuai UMR senilai Rp1.850.000 per bulan,” terangnya.

Pada pengukuhan juru parkir resmi tersebut, Walikota Ramlan Nurmatias dan unsur forkompinda memasangkan atribut berupa rompi dan topi kepada perwakilan juru parkir.

Kemudian dilaksanakan pembacaan  pernyataan juru parkir mengenai kesediaan mereka untuk mematuhi peraturan dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pengguna jasa parkir. (Oki Ramadhani)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY