Sudah Ratusan Ton Ikan Mati Mendadak di Danau Maninjau

0
220

LUBUKBASUNG, KP -Kasus ikan mati massal kembali terjadi di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam. Sedikitnya 500 ton ikan di keramba jala apung (KJA) di Jorong Banda Koto mati mendadak sejak Selasa lalu (30/8).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Agam, Ermanto, mengatakanikan mati itu terjadi di sejumlah KJA di Jorong Banda Koto. Menurut data yang diterima, terdapat sekitar 500 ton ikan mati dengan kerugian mencapai Rp9,5 miliar jika harga ikan dikalkulasikan Rp19.000 perkilogram.

Ermanto mengungkapkan kematian ikan itu disebabkan tiga hal, yaitumenipisnya kadar oksigen, naiknya belerang, dan melimpahnya gas akibat pembusukan kandungan hara yang sudah melebihi ambang batas di danau.

“Saat kejadian tidak ada angin kencangtapi bukan berarti tidak berbahaya. Banyak faktor yang menyebabkan ikan mati karena jumlah KJA yang sudah melebihi kapasitas. Saat itu, permukaan danau di sekitar lokasi berwarna kehitaman,” ujarnya.

Sebelumnya, pada 27 Agustus lalu, sekitar 10 ton ikan mati di Linggai, Duo Koto, dan Sungai Tampang akibat angin kencang menerpa kawasan tersebut. Kejadian itu membuat petani mengalami kerugian sekitar Rp190 juta.

Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, Ermanto mengimbau para petani KJA segera memanen ikan dan petani juga diminta mengurangi memberi pakan ikan dan mengurangi tebar benih. (Rezka Delpiera)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY