Siswa MAN 1 Padang Garap Film Dokumenter

0
261
Kepala MAN 1 Padang, Marliza, menjelis guru foto bersama dengan para penari piring perpaduan sekolah yang masuk dalam pengarapan film pendek yang digarap siswa sekolah tersebut. Foto Istimewa

PADANG, KP – Untuk kedua kalinya MAN 1 Padang garap film pendek. Kali ini film dokumenter setelah sebelumnya tentang dakwah.

Penggarapan film dokumenter sepenuhnya dikerjakan lima orang siswa MAN 1 Padang yang tergabung dalam satu tim terdiri dari Anggi Aryanti penulis skenario, Jesiska Rahmayani (sutradara), Annisa Tasya Deas (kameramen), Faisal (editor), dan Mia Agustin, (reporter).

Tim ini dilatih dan dibimbing langsung tenaga ahli yang telah berpengalaman di bidangnya, Al-Glory pemilik House Production Glory.

Tujuan pembuatan film dokumenter ini adalah untuk mengikuti “Festival Film Dokumenter Kebudayaan 2016” tingkat SLTA se-Provinsi Sumatra Barat, Bengkulu, dan Sumatera Selatan yang dilaksanakan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatra Barat.

Jesiska Rahmayani menjelaskannya, ruang lingkup festival film ini meliputi 5 kategori tradisi dan ekspresi lisan seperti, permainan tradisional, Seni pertunjukan seperti seni musik, adat istiadat suatu kelompok seperti upacara tradisional, pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam semesta seperti, pengobatan tradisional dan, kemahiran/kerajinan tradisional seperti pakaian tradisional.

Lanjutnya, pembuatan film dokumenter ini mengambil setting tentang ekskul tari khususnya tari piring. Dalam skenarionya, yang ditulis oleh Anggi Aryanti menceritakan bahwa, tari piring dipercaya telah ada sejak sekitar abad ke 12 Masehi, terlahir dari kebudayaan asli masyarakat Minangkabau di Sumbar.

Berbagai gerakan dalam Tari Piring perpaduan yang selaras antara seni tari yang indah, gerakan akrobatis, dan gerakan bermakna magis.

Disamping itu, gerakan tarian yang dibawakan secara berkelompok oleh 3-5 personil ini secara keseluruhan mencerminkan kerjasama tentang tahapan-tahapan kegiatan dalam budidaya tanaman padi yang menjadi mata pencaharian masyarakat adat Minang tempo dulu.

Untuk memenuhi kriteria tersebut, menurut Kepala MAN 1 Padang, Marliza, dipilihnya tari piring salah satu bentuk pelestarian budaya asli Minangkabau.

Lalu, tujuannya agar generasi muda terutama siswa-siswi MAN 1 Padang mengenal lebih dalam seni budaya asli daerah mereka sendiri.

“Terimakasih kepada tim film dokumenter dan semua pihak yang terlibat dalam pembuatan film ini,” tambahnya. (Renanda/*)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY