Ketua PA Padang Panjang Terancam Dipecat

0
17297
Walikota Bukittingi, H.Ramlan Nurmatias saat mengintrogasi oknum pejabat Ketua Pengadilan Agama Kota Padang Panjang di Kantor Satpol PP usai kedapatan berduaan dengan teman pria di salah satu Hotel Melati di Kota Bukittingi, Minggu dinihari (9/10) .Edison Sikumbang

PADANG, KP – Ketua Pengadilan Agama Padangpanjang, ED (49), akhirnya dinonaktifkan setelah kedapatan berduaan di sebuah kamar hotel melati di Bukittinggi bersama seorang pria. Penonaktifan itu dilakukan Pengadilan Tinggi Agama Padang dan selanjutnya ditempatkan untuk sementara waktu di Pengadilan Tinggi Agama Padang.

Pejabat Humas sekaligus Hakim Tinggi PTA Padang, Damsyi Hanan, kemarin, menyebutkan kasus yang menggemparkan dan menjadi perbincangan hingga ke nasional itu telah dilaporkan ke Mahkamah Agung (MA) untuk diproses. Selama itu, ED juga tidak diperkenankan menangani perkara apapun karena dia tidak lagi berstatus hakim tinggi.

Baca juga:kasus hakim selingkuh lebih banyak dari pada kasus suap

“PTA Padang telah membentuk tim untuk mendalami kasus ini untuk melakukan pemeriksaan atas peristiwa tersebut. Hasil pemeriksaan telah diserahkan kepada Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung,” ungkapnya seraya menyebutkan bahwa dia ikut menjadi bagian dalam tim tersebut bersama dua hakim tinggi lainnya, yaitu Zulkifli Arif dan Asparmunir.

Dijelaskannya, dari pemeriksaan yang telah dilakukan, tim merekomendasikan sanksi pemecatan/pemberhentian terhadap ED. Sebab, pelanggaran etik yang dilakukan hakim masuk kategori pelanggaran berat. “Namun, keputusannya tetap berada pada Majelis Kehormatan Hakim,” ujarnya.

Sementara itu, Juru bicara Mahkamah Agung (MA), Suhadi, membenarkan Ketua Pengadilan Agama Padangpanjang, ED, terjaring dalam razia penyakit masyarakat (Pekat).

“Pimpinan Mahkamah Agung sudah meminta Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sumbar untuk melaporkan kebenaran peristiwa penangkapan itu. Setelah itu Badan Pengawas akan membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dan begitu pemeriksaan selesai, Ketua Mahkamah Agung akan menentukan sanksi kepada ED. Sekarang menunggu laporan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Padang,” pungkas Suhadi.

Sebagaimana ramai diberitakan, razia gabungan Tim SK4 Bukittinggi dan Satpol PP Sumbar, Minggu diniahri (9/10) di sejumlah tempat di Kota Bukittinggi berhasil mengamankan tiga pasangan illegal. Satu di antaranya mengaku oknum Ketua Pengadilan Agama Padangpanjang, ED. Dia bersama pasangannya E, tertangkap basah tengah berduaan dalam sebuah kamar di salah satu hotel melati di Jalan A. Yani, Kampung Cina, Bukittinggi.

Lantaran EW mengaku sebagai Ketua Pengadilan Agama Padangpanjang, maka Wako Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, yang mendapat informasi itu langsung menemui EW. Kepada Walikota, EW mengaku bahwa saat ini dia dan suami sahnya sedang dalam proses perceraian.

Sedangkan kedatangannya ke Bukittinggi adalah untuk bermain-main dengan teman-temannya. Karena hari sudah larut malam, mereka memutuskan untuk menginap di hotel melati karena mereka mengaku tidak punya uang untuk membayar hotel berbintang.

Dalam pemeriksaan di Kantor Satpol PP, pasangan itu nampak tenang dan menyebutkan kalau dia kenal dekat dengan Wakil Ketua Pengadilan Agama Bukittinggi yang malam itu juga sengaja datang untuk membuktikan bahwa yang terjaring itu memang benar Ketua PA Padangpanjang.

Pasangan itu bahkan juga sempat berupaya mengelabui petugas. EW mengirim SMS kepada E dengan menuliskan ‘mengaku saja kita sudah nikah, nama anak saya dihafal ya’. Namun dia tidak tahu bahwa HP E ketika itu sudah di tangan petugas.

Kepala Kantor Satpol PP Kota Bukittinggi, Syafnir, menyampaikan oknum tersebut dan pasangannya tetap dikenakan denda Rp2 juta atau Rp1 juta per orang sesuai Perda No 3 tahun 2015. Saat berita ini ditulis, mereka dikabarkan sudah membayar denda tersebut.

Sumber: Republika Online

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY