Maling Handphone, Pemuda Pengangguran Ini Diamankan

0
777
PADANG, KP – Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Padang Barat, meringkus seorang pemuda yang diduga melakukan tindak pidana pencurian perangkat elektronik. Namun, salah seorang rekan pelaku melarikan diri, saat dilakukan penangkapan.

Pelaku Ardhy Satria alias Baram (22), yang diketahui penganguran ini berhasil ditangkap di jalan Purus V, Gang Sawo No. 87 RT 03 RW 06, Kelurahan Purus Kecamatan Padang Barat, Kamis (27/10) sekitar pukul 01.15 WIB, setelah polisi berhasil melacak keberadaannya.

Saat ditangkap, pihak kepolisian juga berhasil menyita barang bukti berupa satu Hp Samsung ACE 3, satu Hp Samsung Galaxy Young, satu Hp Blackberry DAVIS, satu Power Bank, yang merupakan hasil curian pelaku bersama rekannya.

Ditangkapnya pelaku berdasarkan laporan korban Resa Ependi (22).
Keryawan swasta itu melaporkan peristiwa yang dialaminya dengan nomor laporan di Polsek Padang Barat,  LP/487/K/X/2016/  pada 27 Oktober 2016. Korban melaporkan bahwa kontrakannya telah dibobol maling, dan handphone miliknya dibawa kabur pelaku.

Menanggapi laporan itu, petugas langsung melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan saksi dan melakukan olah TKP. Dari sanalah, petugas berhasil mengungkap identitas para pelakunya. Tim opsnal Unit Reskrim  Polsek Padang Barat mendapat informasi keberadaan pelaku, yang ketika itu pelaku berada di warung di jalan Purus V.

Mendapat laporan itu dibawah pimpinan Kapolsek Padang Barat Kompol Syaharul Chan melakukan penangkapan. Alhasil, petugas juga menenukan barang bukti hasil curian. Ketika diintograsi pelaku melakukan pencurin dengan rekannya berinsial I yang DPO.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz melalui Kapolsek Padang Barat Kompol Syahrul Chan mengatakan pelaku diduga melakukan tindakan pencurian itu diamankan ketika berada di salahsatu warung, sedangkan rekan pelaku masih masih diburu dan masuk daftar pencarian orang (DPO)

“Korban kehilangan barang elektroniknya dirumah kontrakannya. Maling itu beraksi sekitar pukul 10.00 dan ditaksir kerugian sekitar Rp4,8 juta. Pelaku masih diperiksa intensif oleh penyidik. Jika terbukti bersalah pelaku terancam dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman diatas 4 tahun penjara,” kata Syahrul Chan. (Irwanda) 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY