Elpiji 3 Kg Langka, Pengawasan di Pangkalan dan Agen Harus Diperketat

0
253
LPG 3 KG (istimewa)

PADANG, KP – Dalam beberapa hari terakhir, pasokan elpiji 3 kilogram kembali mengalami kelangkaan di Kota Padang dan membuat masyarakat kelabakan. Kepala Bidang Pertambangan Energi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan, dan Energi (Disperindagtamben) Kota Padang, Badri Ahmad, mengatakan pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) menyikapi hal tersebut.

Namun, dia menduga penyebab terhambatnya pendistribusian elpiji tiga kilogram itu lantaran adanya pelaku usaha, seperti rumah makan, yang ikut menggunakan gas bersubsidi itu. Padahal, secara regulasi elpiji 3 kg itu hanya boleh dikonsumsi oleh rumahtangga dan usaha mikro.

“Selain itu juga diduga karena distribusinya masih secara terbuka sehingga setiap orang bebas menukar isi ulang tabung di tingkat pengecer. Nanti kalau sudah distribusi tertutup, tentu konsumen punya kartu kendali. Semoga, hal ini bisa segera terealisasi,” ujarnya, kemarin.

Untuk megantisipasi kelangkaan berkelanjutan, pihaknya akan memantau penyaluran tabung elpiji 3 kilogram di agen dan pangkalan. Apabila pangkalan lebih banyak menjual elpiji 3 kilogram kepada pengecer daripada rumahtangga, maka pemko akan menegur dan memberikan sanksi, termasuk kemungkinan membekukan izin pangkalan tersebut.

Terkait hal itu, Ketua Komisi II DPRD Padang, Elly Thrisyanti, meminta pemerintah melakukan pengawasan secara ketat terhadap distribusi elpiji tiga kilogram agar benar-benar sampai pada kalangan masyarakat yang menjadi sasaran.

“Seharusnya tidak ada lagi kelangkaan karena baru bulan lalu Pertamina menambah pasokan gas elpiji 3 kg sebanyak 27.440 ribu tabung untuk Kota Padang,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan masih adanya kelangkaan, maka ada kemungkinan terjadi permainan yang dilakukan di pangkalan dan tingkat pengecer. Dia berharap pemko melalui dinas terkait serius menindaklanjuti persoalan tersebut dengan mengawasi pendistribusian elpiji tiga kilogram di pangkalan dan agen. (Monica)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY