Mencicipi Makanan Tradisional Minang di Pasar Sabtu Danguang-Danguang

0
905
warga memburu lemang lekok limbang

JIKA ingin mencicipi makanan tradisonal Minangkabau, kunjungi saja Pasar Danguang- Danguang di Kecamatan Guguak, Kabupaten limapuluh Kota. Di pasar ini terdapat berbagai macam makanan khas Minangkabau yang unik dan jarang ditemui di pasar lainnya di Sumbar.

perantau dari jakarta membeli lamang lekok limbanang
perantau dari jakarta membeli lamang lekok limbanang

Namun untuk bisa menikmatinya, sesuai dengan namanya Pakan Sotu (Pasar Sabtu – red), pecinta kuliner hanya bisa datang pada hari Sabtu saja. Sebab pasar ini hanya diadakan satu kali dalam seminggu, yaitu pada Hari Sabtu.

Pada hari itu, aneka super lezat asal Mudiak (sapaan akrab untuk Nagari Danguang-danguang) dapat ditemui dengan gampang. Sebut saja gulai kapalo ikan Kalui (ikan Gurame), sambalado matah (cabe belum dimasak), cindua, hingga Lamang Sipuluik Lekok Limbanang.

pemilik sedang memasak gulai ikan ditambah sambalado
pemilik sedang memasak gulai ikan ditambah sambalado

Untuk bisa menikmati kelezatan gulai kapalo Ikan Kalui, Anda terpaksa bagadincik (berdempetan dengan pengunjung pasar) karena di pasar ini, semua rumah makan yang ada hanya menyediakan tempat makan bajamba. Hal inilah yang menjadi keunikan pasar tradisional Danguang-danguang.

Makan bajamba merupakan salah satu upaya untuk menjaga tradisi leluhur nenek moyang Minangkabau.

Pemilik melihatkan gulai kapalo ikan kalui

“Makan bajamba ini mengandung makna yang sangat mendalam. Tradisi makan bersama sambil bersimpuh memunculkan rasa kebersamaan tanpa melihat perbedaan status sosial,” ujar salah seorang pemilik rumah makan di Pakan Sotu Danguang-danguang, Efridal, baru-baru ini.

Menurutnya, sejak berdiri tahun 1994 lalu hingga sekarang, dia tetap menjaga tradisi makan bajamba.

“inilah yang menjadi salah satu magnet penarik pengunjung,” ulasnya.

Keunikan lain, di rumah makan miliknya, Efridal hanya menyediakan dua buah menu untuk disantap, yakni gulai Ikan Kalui dan sambalado matah.

seluruh rumah makan yang ada di pasar danguang danguang pada umumnya makan bajamba
seluruh rumah makan yang ada di pasar danguang danguang pada umumnya makan bajamba

Menurut pengunjung yang datang, gulai kapalo ikan dengan makan bajamba ditambah nikmatnya sambalado matah membuat selera menjadi terbuka. Tidak sedikit pengunjung yang datang makan ‘batambuah’.

“Makan di pasar Danguang-danguang membuat selera jadi terbuka. Nikmarnya ibarat makan setelah berladang di tengah sawah,” ujar Murshal Ahmad dan Ibradata Ahmad, pengujung asal Jakarta yang sengaja datang hanya untuk melepas selera di Pasa Danguang-danguang.

Ibradata Ahmad mengaku sering mengunjungi Pasar Danguang-danguang untuk berburu makanan dan masakan tradisional yang tidak didapatkannya di Ibukota. “Di sini saya bisa menikmati makanan-makanan yang super enak dan lezat,” ujar mantan dirut salah satu bank di Jakarta itu.

duduak baselo makan gulai kapalo ikan kalui ditambah sambalado matah
duduak baselo makan gulai kapalo ikan kalui ditambah sambalado matah

Kuliner lain yang tak kalah lezatnya di pasar ini adalah Lamang Sipuluik Lekok Limbanang yang selalu jadi buruan masyarakat usai berbelanja.

Penjual Lamang Lekok Limbanang, H. Jun, yang telah berjualan sejak 40 tahun silam mengatakan pemburu lamang lekok cukup banyak sehingga dalam sekali penjualan dia bisa menghabiskan 30 batang lemang.

Jika Anda ingin ‘malapeh salero’ atau penasaran dengan rasa dan kelezatan Lamang Sipuluik Lekok Limbanang dan nikmatnya makan bajamba dengan Gulai Kapalo Ikan Kalui ditambah sambalado matah, kunjungi saja pasar tradisonal Danguang-Dangung. Tambuah ciek!

Laporan dan Foto : Ridho Muldi Putra – Wartawan Harian Umum Koran Padang

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY