Pemuda Padang Deklarasikan Pemberantasan Pekat

0
230
Siswa sekolah generasi muda penerus bangsa saat mengikuti upacara peringatan sumpah pemuda ke 88 di Halaman Kantor Gubernur Sumbar Jumat (28/10). Humas Pemprov Sumbar

PADANG, KP – Sejumlah organisasi kepemudaan di Kota Padang bersama pemerintah mengikrarkan janji dalam sikap anti penyakit masyarakat (pekat), khususnya tentang pungutan liar (pungli) dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda, di Lapangan Imam Bonjol Padang, Jumat (28/10).

“Ini menjadi harapan pemuda untuk ikut serta berperan memberantas penyakit masyarakat, khususnya pemalakan, pungli, dan premanisme,” kata Walikota Padang, H. Mahyeldi, didampingi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Padang, Fadly Amran, usai upacara Sumpah Pemuda.

Menurut Mahyeldi, menguatnya isu pemberantasan pungli harus disikapi secara kritis oleh pemuda. Hal itu dibuktikan dengan adanya tekad kuat dari pemuda untuk bekerjasama dalam membasmi tindak kejahatan tersebut. Salah satunya tidak ikut terlibat dalam praktik yang implikasinya merugikan banyak orang.

“Ikrar ini bermakna penting sebab diucapkan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda yang hakikatnya cukup sakral bagi kaum muda. Janji ini sama dengan pengucapan janji pada tahun 1928 lalu dan diharapkan implementasinya segera terlihat di Kota Padang,” kata Wako.

Ikrar Anti-Pungutan Liar itu dibacakan perwakilan KNPI diikuti sejumlah organisasi pemuda kota Padang dan siswa SMP dan SMA. Adapun ikrar tersebut terdiri atas dua paragraf, pertama menjelaskan tekad memberantas pungutan liar di tengah masyarakat. Sedangkan pada paragraf kedua menjelaskan tentang tekad pengabdian pemuda untuk ikut pembangunan daerah dan negara.

Usai pembacaan ikrar, Walikota, Wakil Walikota, Ketua DPRD Padang, dan sejumlah perwakilan organisasi pemuda menandatangani baliho yang terpampang di Ruang Taman Hijau Imam Bonjol tersebut.

Ketua KNPI Padang, Fadly Amran, mewakili pemuda di Padang meyakini adanya kesatuan dan persatuan di antara organisasi kepemudaan, termasuk dalam keterlibatan membangun kota. (Afrinaldi)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY