Tiga TPR di Kabupaten Solok Ditutup

0
1178
Logo Kabupaten Solok

SOLOK, KP – Sejumlah lokasi Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) angkutan umum tidak beroperasi di Kabupaten Solok sejak satu minggu terakhir. Ada dugaaan, sengaja tidak dilakukan aktivitas di TPR-TPR itu untuk mencegah tudingan adanya praktik pungutan liar di TPR tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun awak media di beberapa pos TPR, seperti di Nagari Alahanpanjang, Kecamatan Lembahgumanti, Sumani, dan Nagari Surian, TPR resmi yang ada di kawasan itu terlihat tutup Sejak Senin lalu. Bahkan, di Pasar Sumani, Pos TPR malah sudah ‘dialihfungsikan’ oleh pedagang untuk berjualan karena tidak ada petugas Dinas Perhubungan yang tampak di Pos TPR tersebut.

Kepala Dishubkominfo Kabupaten Solok, Deddy Permana, membenarkan pihaknya menutup aktifitas 3 TPR di jalan lintas wilayah Kabupaten Solok.

“Betul, semuanya kita tutup,” terang Deddy, kemarin.

Penutupan itu, ujarnya, bukan karena beredarnya informasi terjadi praktik pungli di sejumlah TPR itu namun karena ada pembenahan kawasan terminal. Menurutnya, penutupan itu hanya sementara.

Sementara, staf Ahli bidang Hukum dan Politik Pemkab Solok, Edisar Manti Basa, menilai jikwa penutupan TPR itu dilakukan karena kekhawatiran dituding pungli, maka hal itu sangat disayangkan. Sebab, pungutan TPR tersebut dipayungi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Umum.

“Kalau ada Perda, kenapa harus takut. Bukankah retribusi TPR itu salah satu pemasukan pendapatan bagi daerah karena ada payung hukumnya. Tapi, kalau tidak ada dasarnya, baru bisa dikatakan pungli,” jelas Edisar.

Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, juga mengaku sudah mendengar adanya TPR ditutup. Dia mendapat informasi bahwa pihak Dishub menutup TPR itu dengan dalih ada aturan yang melarang pungutan retribusi TPR.

“Tapi, saya belum tahu seperti apa aturan yang melarang pungutan itu,” sebut Hardinalis.

Sementara, pihak DPPKA Kabupaten Solok menginformasikan setiap tahunnya ketiga TPR itu memiliki target pencapaian PAD sebesar Rp131 juta lebih. (Wandy)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY