Terminal Bukitsurungan Jadi ‘Lautan’ Sampah

0
350
Sampah diTerminal Bukitsurungan. Sup

PADANGPANJANG, KP – Hujan lebat disertai angin kencang yang menguyur kota Padangpanjang dalam beberapa hari terakhir mulai menimbulkan keresahan bagi masyarakat Kota Serambi Mekkah itu. Pasalnya, drainase yang tersumbat mengakibatkan air dan sampah meluap sehingga mernimbulkan banjir disertai aroma yang tak sedap di sejumlah lokasi, seperti di Terminal Bukitsurungan.

Menyikapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Padangpanjang, Nasrullah Nukman, mengatakan banjir yang terjadi itu akibat penyempitan saluran air. Sehingga, kedatangan debit air yang tinggi tidak tertampung oleh drainase dan akhirnya meluap ke jalan dan pemukiman warga.

“Kota Padangpanjang bisa banjir itu aneh. Tapi itu fakta yang terjadi. Ini faktor pendangkalan bandar dan penyempitan saluran air. Selain itu debit air dari daerah tetangga juga sangat tinggi, sehingga Kota Padangpanjang tidak sanggup menampungnya,” jelas Nasrullah saat meninjau lokasi banjir di kawasan terminal Bukit Surungan, baru-baru ini.

Dia meyakini kondisi itu akan terjadi terus-menerus jika terjadi hujan lebat dengan durasi lama jika pemerintah tidak mengantisipasinya dengan cepat.

Menurutnya, Pemko Padangpanjang melalui dinas terkait harus mengevaluasi masalah tersebut dengan melibatkan daerah interline. Pasalnya, air tersebut juga berasal luar Kota Padangpanjang. Kemudian, warga perlu terus diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Hingga saat ini Padangpanjang belum memiliki masterplan drainase. Jika punya masterplan drainase dan Dinas PU bisa membangun infrastruktur sesuai dengan masterplan itu, persoalan banjir di Padangpanjang akan selesai,” jelasnya.

Ketua Komisi I DPRD Kota Padangpanjang yang juga Ketua PKS Padangpanjang itu berharap masyarakat Padangpanjang taat pada aturan dan tidak mendirikan bangunan di atas bandar atau saluran air serta tidak membuang sampah di sembarang tempat agar persoalan banjir bisa diminimalisir. (sup)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY