Menkes Serukan Semua Sekolah Aktifkan UKS

0
277
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Djuwita F. Moeloek

PADANG, KP – Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila FA Moeloek, menilai program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), terutama di Sekolah Dasar (SD), bisa mendorong terwujudnya budaya hidup sehat. Sehingga, secara bertahap persoalan kesehatan bisa teratasi di Indonesia.

“Karena nilai penting inilah makanya UKS harus berjalan di setiap sekolah di Indonesia,” katanya saat menghadiri Seminar Pendidikan ‘Etika Kedokteran dan Penerapan dalam Pelayanan Masyarakat’, di aula gubernuran Sumatra Barat, Senin (31/10).

Namun, Menkes mengingatkan penerapan program UKS tidak bisa hanya didorong oleh Kementerian Kesehatan saja karena kewenangan yang lebih besar berada pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Kita pernah membicarakan hal ini dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sewaktu dijabat Anies Baswedan, tetapi belum terlaksana. Sekarang kita akan bicarakan lagi dengan Mendukbud Muhadjir Effendy,” ujarnya.

Menurutnya, di Indonesia masih ada sejumlah persoalan kesehatan yang harus menjadi perhatian, seperti kematian ibu dan bayi, stunting, dan HIV/AIDS.

“Kematian ibu dan bayi telah menunjukkan tren menurun. Pada 2013 angka absolut kematian itu 5.019 orang turun menjadi 4.809 orang pada 2015. Sedangkan angka absolut kematian bayi 23.703 menurun jadi 22.267 orang pada 2015. Tetapi untuk stunting dan HIV/AIDS cenderung meningkat,” jelasnya.

Ditambahkannya, upaya mengatasi persoalan itu terus dilakukan pemerintah. Salah satunya dengan memanfaatkan program UKS yang harus didorong untuk tetap dilaksanakan. Sebab, hal itu akan mempengaruhi perkembangan anak ke depan, termasuk kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kualitas SDM inilah yang menjadi jaminan periode puncak bonus demografi pada tahun 2035 bisa terwujud,” ujar Menkes.

Narasumber dalam acara itu, Prof. dr. R. Sjamsuhidajat, Sp.B-KBD, membenarkan pentingnya pemahaman kesehatan pada anak usia dini.

“Anak-anak sekolah dasar di Indonesia sangat aktif sehingga seringkali terkena dehidrasi tanpa disadari. Padahal, dehidrasi besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan anak baik fisik maupun kecerdasan. Di sinilah pentingnya peran UKS,” tukasnya.

Waspada Demam Berdarah Dengue

Dalam kunjungannya ke Padang, Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila FA Moeloek, mengimbau masyarakat untuk membiasakan hidup bersih memasuki musim penghujan hingga akhir tahun mendatang. Hal itu harus dilakukan untuk menghindari merebaknya demam berdarah dengue (DBD) yang rentan mewabah selama musim penghujan.

“Genangan air hujan harus dibersihkan. Masyarakat harus bergerak, soalnya genangan air bersih merupakan tempat nyamuk aedes aegepty penyebab DBD bertelur,” ungkapnya.

Menurut Menkes, tidak saja di lingkungan tempat tinggal, pembersihan juga harus dilakukan di sekolah-sekolah. Pelajar diarahkan untuk bergotong-royong membersihkan lingkungan sekolah serta mempraktikkan perangkap nyamuk sederhana.

“Buat jebakan nyamuk dengan metodel tradisional menggunakan botol agar kembang biaknya bisa dihambat. Penyakit DBD ini tidak ada obatnya sehingga pencegahan adalah solusinya,” paparnya.

Menkes berharap Pemprov Sumbar melalui Dinas Kesehatan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat agar melakukan pencegahan DBD. Jangan sampai ada wilayah di Sumbar yang ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD karena adanya peningkatan kasus dan menyebabkan masyarakat meninggal dunia mencapai dua kali lipat dari kasus sebelumnya.

“DBD masih menjadi masalah kesehatan utama masyarakat. Hal ini harus ditekan serta jangan sampai mengjangkiti anak-anak usia produktif yang daya tahan tubuhnya rentan,” pungkasnya. (bob)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY