Besok, Jakarta Dikepung Demo Besar-besaran

0
351
Massa dari berbagai elemen masyarakat Sumbar menggelar aksi demo menuntut pengusutan kasus penistaan agama oleh Ahok, di depan Gedung Mapolda Sumbar, Jl. Jenderal Sudirman, Padang, Kamis (3/11).

JAKARTA, KP – Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat dan penjuru daerah se-Indonesia akan berunjukrasa besok, Jumat (4/11), menuntut penegakan hukum terhadap Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, terkait dugaan penistaan agama. Mereka menuntut kepolisian segera menyelesaikan kasus itu.

Massa aksi damai yang akan dilakukan hari ini, mulai berdatangan ke Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Aksi tersebut mendukung sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait kasus dugaan penistaan agama oleh gubernur nonaktif DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Di lokasi, mas- sa tersebut ada yang duduk di halaman masjid dan juga beribadah di dalam masjid. Terlihat juga ada yang hanya sekedar berfoto di tembok bertuliskan Masjid Istiqlal.

Tampak sejumlah awak media baik dari televisi hingga online juga melakukan aktivitas peliputan. Tidak sedikit juga pedagang kaki lima menjajakan air minum hingga cincin batu akik. Imbauan dari panitia masjid yang terdengar di lokasi, para masyarakat yang akan melakukan aksi besok usai Salat Jumat diharapkan agar menjaga kebersihan masjid yang menjadi ikon di Tanah Air tersebut.

“Diharapkan semua jamaah yang sudah datang agar menjaga kebersihan, ketertiban, kesucian, dan keamanan Masjid Istiqlal. Jika makan diharapkan di lantai atas. Sampah bungkus nasi dan botol minuman dibuang pada tempat yang sudah disediakan. Jangan buang sampah di sembarang tempat. Barang bawaan juga dijaga, karena pihak masjid tidak bertanggung jawab atas kehilangan barang-barang,” imbauan yang terdengar hampir di seluruh kompleks Masjid Istiqlal, Kamis (3/11).

Kasus Ahok Diselesaikan Sesuai Harapan

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan proses hukum terhadap Ahok terus berjalan. Kepastian itu didapat saat bertanya langsung kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Ahok sudah diperiksa, juga saksi-saksinya. Kapolri juga berjanji untuk betul-betul meme- riksa sesuai harapan masyarakat,” kata JK usai bicara empat mata dengan Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, sore kemarin.

JK tidak pernah melarang siapa pun warga yang ingin berunjuk rasa. Namun JK mengingatkan agar tetap dalam koridor hukum dan tidak melanggar aturan. Pemerintah juga pasti mendengar aspirasi warga.

“Kalau secara demokratis disampaikan secara baik-baik, pasti pemerintah mendengarkannya, pasti,” imbuh JK.

Yang terpenting bagi JK, begitupun dengan Presiden Joko Widodo, segala hal yang dilakukan dalam aksi unjuk rasa dilaksanakan dengan baik dan tidak anarkis. Karena bagaimanapun, semua orang yang berunjuk rasa adalah warga Indonesia.

Skenario Jalannya Demo

Kapolda Metro Jaya, Irjend M. Iriawan, menyampaikan rute long march aksi yang akan digelar Jumat hari ini. “Hasil komitmen saya bersama korlap (aksi), dari Masjid Istiqlal kemudian keluar setelah Salat Jumat, jalan kaki melewati Hotel Borobudur, lewat Pejambon, belok ke Gereja Imanuel depan Stasiun Gambir,” terangnya.

Kemudian dari kantor Bareskrim, belok kanan langsung ke depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, depan Kantor Wapres, Balaikota, lurus Patung Kuda, belok kanan lanjut ke Jalan Merdeka Barat. Ujungnya ada di depan Istana yang biasa tempat orang-orang berdemo di sana.

Aksi di Depan Mapolda Sumbar

Jelang aksi besar-besaran bela Islam, hari ini di Jakarta, sejumlah elemen masyarakat Sumbar menggelar aksi lebih awal, di depan Gedung Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (3/11).

Massa yang berjumlah sekitar ratusan orang itu terdiri dari ormas Islam dan mahasiswa. Mereka melakukan orasi supaya Kapolri mengusut tuntas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.

“Satu tetes darah tumpah di (aksi demo) Jakarta, maka akan kita lakukan perlawanan,” ujar massa dalam orasinya.

Ketua Ikatan Da’i Indonesia Sumatra Barat, Urwatul Wusqa, mengatakan aksi itu semata-mata hanya karena faktor peninstaan agama tanpa ada kaitan dengan pilkada di Jakarta.

“Kita tidak memilih (di pilakda Jakarta), ini murni karena penistaan agama. Di manapun umat muslim berada, jika agama dihina akan bereaksi. Oleh karena itu kita lakukan aksi agar Polri mengusut permasalahan ini,” tuturnya.

Dia menambahkan, aksi sengaja dilakukan Kamis karena hari ini, Jumat, fokus dengan aksi di Jakarta. “Untuk Jumat (4/11), apakah akan ada aksi di Sumbar saya belum tahu. Tapi yang terpenting kita di Sumbar terus beri dukungan untuk kawan-kawan yang akan melakukan aksi di Jakarta,” tukasnya.

Pantauan KORAN PADANG, terlihat aksi itu didominasi massa perempuan dengan pengawalan ketat oleh pihak kepolisian.

Helikopter Lalu-lalang di Atas Istana

Beberapa helikopter TNI tampak terbang mengelilingi Kompleks Istana, Kamis siang. Heli berwarna hijau gelap cenderung kehitam-hitaman itu beberapa kali mondar-mandir di lokasi Presiden Joko Widodo berkantor.

Alat utama sistem persenjataan (alutsista) itu ditumpangi beberapa anggota TNI dengan seragam gelap. Heli terbang rendah tanpa banyak manuver. Suara bising heli pun sempat membuat alarm beberapa kendaraan yang terparkir berbunyi.

Ketika heli melintas, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan baru saja selesai bertemu Presiden Jokowi. Luhut yang sedang diwawancarai sempat terdiam sejenak. Ia tampak terpana ketika heli melintas.

“Ingat masa aktif saya dulu,” kata Luhut yang juga merupakan purnawirawan TNI Angkatan Darat, di Kompleks Istana, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Mantan Komandan Pendidikan dan Latihan TNI AD itu menuturkan, kegiatan heli ini hanya latihan biasa. Menurut dia, hal ini merupakan standard operating prosedure menghadapi situasi tertentu.

“Itu adalah SOP dari pada TNI untuk membuat kontinjensi-kontinjensi dalam menghadapi keadaan yang perlu dianggap ada persiapan yang baik,” jelas dia.

Sementara, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI M.S. Fadillah menjelaskan, kegiatan ini merupakan latihan dalam pencegahan menghadapi demo. Tujuannya, hanya untuk memastikan keamanan.

“Dipersiapkannya ini bukan untuk mengha- dapi musuh. Tapi, pencegahan agar masyarakat nyaman saja,” jelas Fadillah ketika dihubungi wartawan.

Wejangan Panglima TNI pada Dansat

Sebelumnya, pada pagi hari, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Ka polri Jenderal Polisi Tito Karnavian memimpin Apel Gabungan para komandan pasukan TNI dan Polri, di Lapangan Upacara Denma Mabes TNI AD, Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan itu, Gatot menekankan agar aksi demonstrasi yang akan digelar berjalan damai, aman, tertib, dan tidak menimbulkan korban.

“Pimpin anggotamu dan berikan penjelasan tentang tahapan-tahapan penindakan sesuai prosedur yang sudah diajarkan,” kata Gatot.

Menurut Jenderal Gatot Nurmantyo, kumpulan kelompok massa yang banyak dalam aksi demonstrasi, cenderung akan menimbulkan hal-hal di luar perkiraan dan efek yang tidak bagus.

“Kelompok yang baik, setengah baik dan buruk, ketika sudah berkumpul bersama-sama bisa saja menjadi buruk dan bisa menjadi baik, semuannya tergantung situasi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan kepada para Komandan Pasukan TNI dan Polri agar menyampaikan kepada anggotanya tentang prosedur evakuasi dalam menghadapi demonstrasi.

Panglima TNI juga menekankan kepada para komandan pasukan agar mengecek dengan betul kondisi kesehatan dan psikologi anggota yang terlibat pengamanan demonstrasi.

“Marilah kita berdoa dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar demo besok berjalan dengan damai, aman dan tertib. Saya yakin doa ribuan petugas dengan niat baik pasti dikabulkan,” katanya. (ilc/cnn/mdc/rol/bob/rob)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY