Padang Sudah Menuju Kota Sehat dan Pintar

0
130
Wakil Gubernur Sumbar, H. Nasrul Abit disaksikan Walikota Padang, H.Mahyeldi, Wakil Walikota Padang, H.Emzalmi dan pejabat daerah terkait tengah memukul gong tanda dibukanya IHCC 2016 di Kota Padang selaku tuan rumah di Grand Inna Muara Hotel, Rabu (2/10). Foto Humas

PADANG, KP – Kota Padang menjadi kota pintar dan sehat. Hal itu dibuktikan dengan penghargaan “Swasti Saba Wistara”pada tahun 2015 lalu yang diberikan Menteri Kesehatan RI di Jakarta.

“Penghargaan tersebut merupakan penghargaan tertinggi dalam penilaian kabupaten/ kota sehat. Sembilan tatanan atau variabel sebagai kota sehat berhasil diwujudkan Padang. Maka dari itu, Kota Padang ditunjuknya  sebagai tuan rumah IHCC 2016,” kata Presiden Direktur PT Wahyu Promo Citra, Syukkur S saat menyampaikan laporan di depan seluruh peserta Indonesia Healthy City Confrence (IHCC) 2016 di Ballroom Grand Inna Muara Hotel Padang, Rabu (2/11).

IHCC 2016 ini, katanya diikuti sebanyak 300 peserta dari seluruh kabupaten /kota se-Indonesia.” Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Kementerian Kesehatan dan Pemko Padang yang telah ikut menyukseskan agenda dua tahunan ini,” kata Syukkur S.

Semenrtara Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo menyampaikan paparan tentang “Padang Kota Sehat Kota Pintar”.

Dikatakannya, dengan dijadikannya Kota Padang sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan konferensi dan pameran pembangunan Kota Sehat di Indonesia yang ke empat, secara bertahap dan bersinergi antara Pemko Padang dan dukungan dari Pemerintah Provinsi dan paritisipasi masyarakat, maka Pemko Padang akan mencoba untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan masyarakat.

“Mudah-mudahan ke depan integrasi dan kebersamaan seluruh komponen daerah ini, mulai dari pemerintah provinsi, kota dan masyarakat terjalin baik. Setiap permasalahan-permasalahan dapat teratasi dan menuju ke arah yang lebih baik,” tukas Mahyeldi.

Dalam kesemptan yang sama Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menyebut, setiap kabupaten/kota diharapkan memerhatikan kesehatan masyarakat di daerahnya. Sebab, selama ini dalam catatannya, hanya lima persen kepala daerah yang memerhatikan kesehatan dan pendidikan daerahnya. “Bagaimana mungkin anak-anak bisa sekolah jika tidak sehat,” papar Nasrul Abit.

Mantan Bupati Pessel ini mengharapkan, bupati dan walikota yang telah masuk dalam kategori Kota Sehat dan smart city untuk dapat mengatur daerahnya dalam pembangunan selama jabatannya.

Menurutnya, selama jabatan yang diemban walikota dan bupati betul-betul dapat mengatur tata kotanya untuk jangka panjang dalam rangka menciptakan Kota Sehat dan Kota Pintar.

“Di Sumbar baru 14 kabupaten/kota yang telah masuk dalam kategori kota sehat dan pintar. Untuk ke depannya, sangat diperlukan adanya perencanaan pembangunan yang baik melalui tata ruang dan tata kota. Jangan dibiarkan kabupaten dan kota berjalan dan berkembang tidak sesuai dengan aturan-aturan yang ditetapkan,” harapnya. (mon)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY