Tiga Pilar Harus Bersinergi Tangkal Ancaman Keamanan

0
281
KAPOLDA Sumbar Brigjen Pol Basarudin dan Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari, disaksikan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, dan Ketua DPRD Sumbar, Hendra Irwan Rahim, menandatangani kesepakatan sinergi forum tiga pilar, bersinergi tiga pilar yaitu perangkat desa/nagari, Bintara Pembina Desa (Babinsa), dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkantibmas), dalam Apel Kebangsaan dan Kesiapan Kontijensi Wilayah Sumatra Barat Tahun 2016 di Lapangan RTH Imam Bonjol, Padang, Rabu (2/11). BOBBY FEBRIANDA

PADANG, KP – Deteksi dini terhadap ancaman keamanan dan kedamaian negara dimulai dari tingkat bawah, yakni dari perangkat desa, Bintara Pembina Desa (Babinsa), dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkantibmas). Semua unsur tersebut  harus saling bersinergi dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, pada Apel Kebangsaan dan Kesiapan Kontijensi Wilayah Sumatra Barat Tahun 2016 di Lapangan RTH Imam Bonjol, Padang, Rabu (2/11).

Menurut Gubernur, forum tiga pilar, yakni Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kepala desa/lurah/walinagari dan tokoh masyarakat merupakan elemen penting dalam menciptakan Sumbar yang aman, tertib, dan damai.

Ditambahkannya, aparat maupun masyarakat harus memandang keanekaragaman yang ada di republik ini sebagai aset dan potensi berharga yang perlu ditumbuhkembangkan dalam memajukan bangsa dan negara Indonesia.

“Jangan jadikan perbedaan sebagai bibit sengketa. Jangan biarkan oknum-oknum tertentu memecah-belah dengan membenturkan perbedaan-perbedaan kita. Pemerintah dan masyarakat harus kompak. Jangan terpancing isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Indonesia satu, jangan terpecah,” tutur Gubernur.

Lebih lanjut disampaikannya, forum tiga pilar agar selalu mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap masalah yang timbul di masyarakat.

“Jika ada masalah sekecil apapun, ajak tokoh-tokoh masyarakat duduk, ajak pihak-pihak yang terlibat duduk, kemukakan masalah dengan santun, bicarakan dengan hati dan nurani, selesaikan dengan kepala dingin, cepat, hingga tuntas. Jangan dekati permasalahan dengan kekerasan. Sebab, hal itu hanya akan membuat masalah berkelindan membesar hingga sulit diredam,” ulasnya.

Irwan Prayitno juga mengimbau agar seluruh jajaran forum tiga pilar menguasai dan mengikuti Teknologi Informasi (TI) supaya dapat mendeteksi dini praktik adu domba dan propaganda yang kini semakin berkembang.

“Sekarang adu domba dan upaya memecah-belah sangat marak di media sosial dan dunia maya. Untuk menangkal ini, forum tiga pilar harus melek IT,” tukasnya.

Sementara, Kapolda Sumbar, Brigjen Pol Basarudin, mengatakan fungsi intelejen agar betul-betul dimanfaatkan oleh perangkat pemerintah dan keamanan tingkat desa sehingga dapat mendeteksi kejadian yang ada di tingkat desa dan kelurahan. Apalagi, tiga pilar itu merupakan yang terdepan dalam penanganan awal persoalan keamanan.

Senada dengan Kapolda, Danrem 032/ Wirabraja, Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari, menyebutkan struktur tiga pilar merupakan bagian bangsa dalam menghadapi kontijensi di wilayah Sumbar, khususnya pedesaan, yang membutuhkan sosok tauladan dan pemimpin yang dapat diandalakan di wilayahnya masing-masing.

“Tiga pilar ini, yakni Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat desa/nagari, diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat,” pungkasnya.

Persoalan Narkoba

Di tempat yang sama, Kapolda Sumbar, Brigjen Pol Basarudin, mengatakan saat ini ada sekitar 5 juta orang terjangkit penyalahgunaan narkobadi Indonesia dan rata-rata dalam sehari 50 orang meninggal dunia karena narkoba.

“Dari 34 Provinsi di Indonesia, Sumbar berada pada posisi 23 penyalahgunaan narkoba. Hal itu menandakan Sumbar belum termasuk bahaya narkoba. Namun demikian, kita mesti tetap waspada karena narkoba sudah merambah hingga ke sekolah dan desa,” ujar Kapolda.

Untuk itu, forum tiga pilar, yaitu perangkat desa/nagari, Bintara Pembina Desa (Babinsa), dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkantibmas), diharapkan  dapat mendeteksi dini penyalahgunaan narkotika di wilayahnya masing-masing.

“Mari tiga pilar ini tingkatkan fungsi intelejen. Jika diketahui ada penyalahgunaan narkotika segera atasi,” tukasnya. (bob/rob)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY