Uji SIM Tidak Tuntas, Ulang Minggu Depan

0
372
Bripka Doni Murlis selaku tim penguji (Satpas-SIM) Polres Padangpariaman tengah melakukan praktek uji calon pengguna SIM di Satlantas Polres Padangpariaman tersebut, kemarin. Foto BINJAI CHAN

PADANGPARIAMAN, KP – Satuan Penyelenggara Administrasi Surat izin Mengenudi (SATPAS SIM) Polres Padangpariaman konsen dengan aturan kepemilikan SIM bagi pengguna kenderaan. Sehingga, setiap kepengurusan SIM baru pesertanya harus melalui uji kelayakan agar memperoleh SIM.

Kanit Satpas SIM, Bripka Rahamd Hidayat mengatakan, sesuai dengan aturan yang berlaku pembuatan harus satu pintu dan tidak boleh lewat calo. “Peraturan ini dibuat untuk menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas dikarenakan, pengemudi tidak mengerti akan aturan lalu lintas,” ujar Bripka Rahmad kepada KORAN PADANG, kemarin.

Disamping itu, katanya dengan rutinnya razia di lapangan dan sosialisasi terpadu bagi pengguna jalan raya ke nagari-nagari, akan menimbulkan kesadaran pada masyarakat selaku pengguna kendaraan untuk membuat SIM.

Lebih lanjut disebutkannya, permohonan pembuatan SIM mencapai 300 orang perharinya, dan diselesaikan hampir seratus persen.

“Untuk pemohon yang akan memiliki SIM harus diuji terlebih dahulu, bagi yang tidak lulus kami minta mengulang kembali minggu depan,” jelas Rahmad.

Di tempat yang sama Bripka Doni Murlis selaku tim Penguji mengatakan, calon pengguna SIM diuji bertahap dimulai dari uji teori baca tulis, mengenal alat peraga rambu lalu lintas. Lalu, tentang keterampilannya mengendarai kenderaan yang akan digunakan pengendara.

“Calon peserta harus lulus tiap sesi uji, bila tidak maka akan diulang hingga tiga kali. Bila bila tidak lulus juga kita minta dia untuk mengulanginya minggu depan,” ujarnya.

Salah seorang warga, Anto yang tengah menemani adiknya mengurus SIM untuk pemula mengatakan, setuju akan sistem memperoleh SIM yang diterapkan SATPAS SIM Polres Padangpariaman ini.

“Saat ini untuk mendapatkan SIM tidak bisa melalui calo atau biasa disebut dengan SIM ‘tembak’. Karena, mereka harus diuji terlebih dahulu, hasil uji itulah yang dibawa sebagai syarat lulusnya mendapatkan SIM. Dengan adanya hal ini, maka kedepan bisa menekan angka kecelakaan yang umumnya terjadi karena pengendara yang tidak mengetahui ramb-rambu lalu lintas, dan bahkan ada yang belum cukup umur,” tambah Anto. (Binjai)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY