Hanyut di Sungai, Mahasiswa IAIN Ditemukan tak Bernyawa Tersangkut Bebatuan

0
834
Ilustrasi

PADANG, KP – Seorang mahasiswa IAIN Imam Bonjol (IB) jurusan psikologi Islam, hanyut saat mandi-mandi bersama temannya di pemandian Lubuk Tempurung, Kecamatan Kuranji, Senin (7/11) sekitar pukul 15.30 WIB.

Mendapat informasi tersebut, tim Basarnas dan Koramil 05 Pauh serta Polsek Kuranji dibantu masyarakat setempat melakukan pencarian. Setelah satu jam pencarian, akhirnya korban bernama Muhamad Ramdan (21) berhasil ditemukan tersangkut di bebatuan. Namun, saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Setelah berhasil ditemukan, korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar. Informasi yang dihimpun KORAN PADANG, kejadian berawal ketika korban bersama tiga orang temannya mendatangi pemandian Lubuk Tempurung untuk mandi-mandi.

Saat sedang asik mandi, tiba-tiba saja air sungai yang semula keruh berubah kecoklatan akibat hujan lebat dari hulu.

Mengetahui hal itu, ketiga teman korban yang kebetulan mandi di tepian, langsung berlari mencari tempat yang aman. Bahkan, ketiga temannya sempat menyoraki korban agar secepatnya meninggalkan sungai.

Namun, korban yang mandi terlalu di tengah, berusaha berenang ke tepian. Belum sampai di tepian, tiba-tiba air sungai berubah menjadi deras tersebut langsung menerjang korban dan terbawa arus.

Tak bisa melawan kuatnya arus sungai, korban mencari bebatuan untuk berpegangan. Saat itu juga, ketiga teman korban kembali ke sungai untuk membantu korban, namun nasib berkata lain, pegangan korban terlepas, dan langsung terbawa derasnya arus sungai dan tenggelam.

Teman korban di lokasi langsung memberitahukan kepada warga sekitar yang kemudian diinformasikan kepada Polsek Kuranji, Babinsa Koramil 05 Pauh dan Basarnas yang kemudian melakukan pencarian dengan menyisir sungai. Satu jam kemudian korban ditemukan sudah tidak bernyawa.

Arif Pratama, Humas Basarnas mengatakan, setelah mendapatkan informasi adanya salah seorang warga yang hanyut, pihaknya langsung menerjunkan tim untuk melakukan pencarian terhadap korban, dan berhasil ditemukan lebih kurang 200 meter dari lokasi.

“Dari informasinya, air sungai tiba-tiba deras datang dari hulu, dan itu diperkirakan karena hujan di hulu. Korban ditemukan tersangkut di batu dalam keadaan sudah tak bernyawa. Kita langsung mengevakuasi jenazahnya ke RS Bhayangkara Polda Sumbar,” katanya. (irwanda)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY