Jarang Dijamah Manusia, Enam Pendaki Tersesat di Gunung Tandikek

0
813
BupAti Tanahdatar, Irdinansyah Tarmizi, dan Kapolres Padangpanjang, AKBP Cepi Noval, memberi pengarahan kepada tagana yang akan melakukan pencarian terhadap enam pendaki yang tersesat di Gunung Tandikek, Senin (7/11). Keenam pendaki itu akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Nasrul Chaniago

PADANGPANJANG, KP – Enam orang pendaki Gunung Tandikek asal Bu- kittinggi, Senin siang (7/11), siang sekitar pukul 14.00 WIB berhasil dievakuasi di Nagari Singgalang, Kabupaten Tanahdatar. Keenam pendaki itu awalnya dinyatakan hilang sejak Minggu (6/11).

Informasi awal mengenai tersesatnya enam pendaki itu berasal anggota RAPI Tanahdatar, Af. Dia mendapat laporan adanya sejumlah pendaki yang diduga tersesat di sekitar Gunung Tandikek.

Disebutkan, para pendaki itu akan turun di Malibou Anai namun dalam perjalanan mereka tersesat. Informasi itu kemudian disebarluaskan Kepala Tagana (Taruna Siaga Bencana) Kota Padangpanjang, Ferix Sonanda.

Pada Senin pagi, Bupati Tanahdatar, Irdinansyah Tarmizi, langsung meninjau proses evakuasi ke Posko Pendakian Gunung Tandikek di Sikadundung, Nagari Singgalang. Turut hadir di lokasi Kapolres Padangpanjang, AKBP Cepi Noval, BPBD Sumbar dan Basarnas Padang, serta tim SAR yang bertugas mencari keenam pendaki tersebut.

Masing-masing pendaki asal Bukittinggi itu bernama Agus Melaz, Romi Saputra, Adri, Iwan, dan An. Sementara seorang pemandu merupakan warga Sikadundung Nagari Sing- galang bernama Katik Is.

Salah seorang pendaki bernama Agus Melaz sempat bisa dihubungi melalui telepon genggamnya via WhatsApp pada Minggu malam. Si pendaki mengatakan tidak mengetahui posisinya namun mengaku melihat cahaya dari perkampungan.

Adi salah seorang tim pencari menga- takan pencarian dimulai sekira pukul 01.00 WIB dari Rawang, Jorong Sikadunduang, Nagari Singgalang, dan pencarian dilakukan sekitar kurang lebih sepanjang 2 km menyisir lereng Gunung Tandikek. Sekira pukul 11.00 WIB, Senin (7/11), lokasi para pendaki yang tersesat itu akhirnya diketahui, tidak jauh dari titik awal pendakian. Kemudian, pukul 14.00 WIB, keenam orang itu berhasil dievakuasi.

Kronologis kejadian tersesatnya keenam pendaki itu berawal dari rencana mereka yang hanya ingin melakukan kemah saja. Namun mereka kemudian memutuskan untuk mendaki gunung. Meskipun persiapan pendakian cukup memadai, tapi malang tak dapat ditolak. Keenam orang itu dalam perjalanan diterpa angin kencang dan hujan lebat. Sehingga, mereka kehilangan arah. Nahasnya, para pendaki itu tidak melaporkan pendakiannya ke posko pendakian Gunung Tandikek.

“Selain cuaca buruk, kelalaian pendaki itu adalah tidak melaporkan kegiatan pendakiannya ke posko pendakian gunung Tandikek,” ungkap salah seorang petugas evakuasi Koto Baru Rescue Adventure Craft Marapi, Jofri Andres. Menurutnya, rombongan pendaki itu memulai pendakian ke Gunung Tandikek, Jumat (4/11), dari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanahdatar dan berencana turun di Malibo Anai, Kecamatan Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman.

Walaupun sudah mempunyai pemandu, namun keenam pendaki tersebut tidak mengetahui lokasi dengan jelas karena kondisi cuaca yang buruk. Jofri Andres mengingatkan para pendaki yang ingin mendaki gunung tandikek untuk lebih mempersiapkan diri karena Gunung Tan- dikek jarang dijamah manusia. Serta mematuhi aturan pendakian salah satu gunung Tri Arga tersebut. (nas/edi/rri)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY