Wako Bukittinggi Diancam Penelepon Gelap

0
190
WALIKOTA Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, melantik pejabat eselon III dan IV, Senin (7/11). Edison

BUKITTINGGI, KP – Beberapa jam menjelang mutasi gelombang kedua di lingkungan Pemko Bukittinggi dilaksanakan, Walikota Ramlan Nurmatias mendapat telepon gelap dari seseorang yang mengancam akan menghilangkan semua data yang ada apabila seorang pejabat dimutasi.

“Semalam ada seseorang yang menelpon saya dan meminta kepada saya untuk tidak memutasikan seorang pejabat. Apabila dimutasi, penelepon gelap itu mengancam menghilangkan semua data,” ungkap Walikota Bukittinggi, H. Ramlan Nurmatias, dalam sambutannya saat pelantikan dan serahterima jabatan 25 pejabat eselon III dan IV, di halaman Balaikota Bukittinggi, Senin (7/11).

Namun, Wako belum mau mengungkapkan nama pejabat yang diminta oleh si penelepon gelap itu untuk tidak dimutasi. Tak hanya itu, Walikota juga menyebutkan ada pihak yang memalsukan tandatangannya.

Menurutnya, perbuatan itu merupakan tindak pidana sehingga bisa dipidanakan. Berkaitan dengan mutasi yang dilakukan, Wako menegaskan bahwa hal itu merupakan hak kepala daerah dan tidak bisa diatur atau diintervensi oleh siapapun. Apalagi, penempatan pejabat sudah dipikirkan sematang mungkin untuk kepentingan kelancaran jalannya pemerintahan.

“Untuk itu kepada pejabat yang dilantik diharapkan dapat bekerja maksimal untuk masyarakat dan pemko karena cukup banyak ‘PR’ yang harus dituntaskan. Tunjukkan kemampuan terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan kota,” pesan Walikota.

Pada mutasi gelombang kedua itu, pejabat eselon III yang dilantik hanya 2 orang, yaitu Sekcam Mandiangin Koto Selayan dari Syanji Faredi Filla Ferde (Fungsional Umum di Satpol PP) kepada Muspida yang sebelumnya menjabat Kasubag Administrasi Pertanahan Bagian Pemerintahan Umum, dan Sekcam Gugukpanjang dari Rofie Hendria (Fungsional Umum pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) kepada Ishaq yang sebelumnya Lurah Tarok Dipo.

Sementara 4 lurah dirotasi, yaitu Lurah Aua Kuning dari Endi Syamsir kepada Adrian M, Lurah Belakang Balok dari Adrian M kepada Siti Mariah, Lurah Sapiran dari Ery Yasman kepada Nadiatul Khairiyah, dan Lurah Campago Ipuah dipercayai kepada Maison. Dengan dilantiknya dua lurah perempuan, Siti Mariah sebagai Lurah Belakang Balok dan Nadiatul Khairiyah sebagai Lurah Sapiran, maka saat ini sudah tiga kelurahan di kotawisata itu dinahkodai perempuan.

Kemudian, ada 8 pejabat fungsional umum yang mendapat jabatan untuk eselon IV dan sebaliknya 3 orang yang difungsionalkan, masing-masingnya Syanji Faredi Filla Ferde, Rofie Hendria, dan Mawardi.

Hadir pada pelantikan dan serahterima jabatan eselon III dan IV itu, Ketua DPRD Beny Yusrial, unsur forkompinda, Wakil Walikota H. Irwandi, Sekko H. Yuen Karnova, pimpinan SK- PD, serta para ASN. (Edison)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY