Jenazah Kapal Tenggelam, Disambut Isak Tangis

0
576
Proses evakuasi korban kapal yang mengangkut 96 TKI dari Malaysia yang tenggelam di perairan Tanjungbemban, Kecamatan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). ISTIMEWA

PADANG, KP – Jenazah Afriyanda (35), korban Kapal TKI yang tenggelam di perairan Batam, Kepulauan Riau,tiba di kediaman almarhum, di kawasan Komplek Griya Agro III Blok M, Nomor 2, Kelurahan Kotolalang, Kecamatan Lubukkilangan, Kota Padang, Selasa siang (8/11), sekitar pukul 13.30 WIB. Isak tangis pihak keluarga mengiringi kedatangan jenazah Afriyanda.

Sebelumnya, jenazah Afriyanda yang diterbangkan langsung dari Batam sesampai di Bandara International Minangkabau (BIM) disambut Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Padang dan sanak saudara almarhum. Selanjutnya, mobil ambulan yang telah bersiap langsung membawa jenazah almarhum ke kediamannya.

Sesampainya di kediaman almarhum, pihak keluarga tidak bisa menahan kesedihan. Bahkan, para tetangga yang juga telah menanti jenazah Afriyanda tidak bisa menahan air mata. Pihak keluarga sempat membuka peti jenazah Afriyanda guna melihat wajah almarhum untuk yang teakhirkalinya.Setelah itu, peti jenazah tersebut kembali ditutup dan kemudian dibawa ke Masjid Darul Jadid untuk disalatkan.

Sanak saudara almarhum serta masyarakat sekitar tampak memenuhi masjid tersebut. Usai disalat, jenazah dikebumikan di tempat pemakan keluarga di kawasan Padang Besi, persis di samping makam ayahnyayang meninggal sekitar sebulan lalu.

Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BNP2TKI Kota Padang, Valerie Cristie Faisal, yang hadir dalam pemakaman Afriyanda mengatakanpihaknya mengetahui adanya warga Padang menjadi korban kapal TKI tenggelam di perairan Batam tersebut setelah berkoordinasi dengan BNP2TKI Tanjungpinang dan Batam.

“Kita dihubungi bahwa korban bernama Afriyanda asal Padang telah ditemukan. Untuk pemulangan harus diproses terlebih dengan mencocokkan DNA dan keluarga almarhumdiminta datang ke Batam,” terangnya.

Dijelaskannya, usai mencocokan DNA, pihaknya langsung melakukan pemulangan terhadap jenazah almarhum mengunakan pesawat.

“Afriyanda sudah 10 tahun bekerja di Malaysia dan pernah menjadi TKI. Namun saat ini status kerjanya bukan sebagai TKI. Kita tidak tahu persis dimana almarhum bekerja karena yang mencari kerja, menentukan majikan, dan kontrak kerja dia sendiri. Sehingga tidak ada data yang jelas. Afriyanda terdaftar sebagai WNI bukan TKI,” tuturnya.

Meski demikian, lanjutnya, dengan musibah ini pihaknya tetap bertanggungjawab terhadap semua hal yang dialami pekerja WNI. (Irwanda)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY