Sekdako: Pariaman Terima Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Sangat Kecil

0
177
Sosialisasi ketentuan cukai di Hotel Almadinah, Bypass Kota Pariaman, Selasa (8/11). HUMAS

PARIAMAN, KP – Kota Pariaman mendapatkan Dana Bagi Hasil Dari Cukai Tembakau (DBH-DCT) tahun 2016 sebesar Rp225.674.000. Nilai bagi hasil ini dinilai sangat kecil bila dibandingkan dengan daerah penghasil tembakau di Indonesia.

“Kita mengharapkan Pemerintah Pusat melalui Kantor Dirjen Bea Cukai Wilayah Sumatra Barat, agar Kota Pariaman mendapatkan prioritas dalam hal dana bagi hasil ini. Karena, Kota Pariaman termasuk daerah dengan konsumen rokok cukup tinggi di Sumatra Barat,” kata Sekdako Pariaman, Indra Sakti dalam sosialisasi ketentuan cukai di Hotel Almadinah, By pass Kota Pariaman, Selasa (8/11).

Ia menyebut, cukai merupakan pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat dan karakteristik tertentu pula. Yaitu, konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup, atau pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan.

Mantan kepala DPPKA Kota Pariaman ini juga menghimbau masyarakat bila menemukan adanya indikasi hasil tembakau yang dilekati pita cukai palsu atau tidak ada sama sekali pita cukainya, agar menyampaikan dan melaporkan kepada pihak yang berwenang.

“Pemerintah Kota Pariaman akan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi terhadap perdagangan cukai illegal yang ada di Kota Pariaman,” tambahnya.

Sementara itu sosialisasi tersebut dihadiri 100 orang peserta dari pedagang rokok, perangkat desa, dan karang taruna. Tujuuan, agar masyarakat mendapatkan informasi tentang pemalsuan cukai seperti cukai rokok, cukai minuman beralkohol. Sehingga, menimbulkan kerugian terhadap negara, dan daerah terutama Kota Pariaman.(nda/*)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY