Persoalan Serius, Makin Banyak Pelajar di Padang Terjaring Razia

0
306
Petugas Satpol PP Kota Padang mengamankan sejumlah pelajar yang terjaring razia karena bolos di jam sekolah. HUMAS

PADANG, KP – Dalam beberapa waktu terakhir, puluhan pelajar mulai dari jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA/sederajat terjaring razia Satpol PP Kota Padang saat jam sekolah.

Mereka ada yang diamankan ketika sedang bermain di warnet, main biliar, main koa, nongkrong di kafe sambil menghisap sisha, hingga terlibat tawuran.

Plt. Kasatpol PP Kota Padang, Eddy Asri, sangat menyesalkan semakin banyaknya pelajar yang terjaring razia di saat jam belajar. Apalagi, ada murid SD yang terjaring.

Fenomena itu juga menjadi sorotan DPRD Kota Padang. Ketua Komisi IV DPRD Padang yang membidangi urusan kesejahteraan rakyat, Surya Jufri, angkat bicara. Menurutnya, persoalan siswa tawuran, main di warnet, main koa, hingga berbagai tindak negatif dan menyimpang lainnya itu merupakan persoalan yang harus diperhatikan secara serius dan dicarikan solusinya dengan sungguh-sungguh.

”Satpol PP harus membentuk tim ke sekolah-sekolah di Kota Padang. Satpol PP harus aktif menyosialisasikan Perda mengenai ketertiban umum, dampak narkoba, pengaruh internet, dan melakukan pembinaan kepada siswa yang cabut. Selain itu, peran aktif guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta orangtua murid juga sangat diperlukan,” katanya, Kamis (10/11).

Senada, Sekretaris Komisi IV DPRD Padang, Iswandi Muchtar, menyebutkan banyaknya siswa cabut di jam sekolah merupakan kasus yang sudah berulang-ulang dan menahun. Dia menilai hal itu menandakan potret pendidikan di Kota Padang sangat memprihatinkan.

“Mestinya hal ini harus menjadi bahan kajian Dinas Pendidikan dan masyarakat di Kota Padang. Ada yang keliru dalam hal ini. Setiap minggu, selalu terjadi aksi tawuran, siswa cabut di jam sekolah. Bahkan, terjadi pada murid SD. Ini harus jadi tanggungjawab Dinas Pendidikan dan masyarakat untuk mengembalikan marwah pendidikan di Kota Padang,” ungkap Iswandi.

Plt. Kasatpol PP Kota Padang, Eddy Asri, sebelumnya juga sudah berkali-kali meminta kepada pihak sekolah untuk benar-benar mengawasi anak didiknya agar tidak ada yang membolos di jam sekolah. Kepada orangtua, dia juga meminta agar proaktif berkomunikasi dengan pihak sekolah untuk menanyakan kehadiran anaknya di sekolah. Ketika di rumah, orangtua juga diminta mengawasi pergaulan anaknya, dengan siapa saja berteman, dan kemana saja anak-anak pergi. (Monica)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY