SMPN 6 Guntal Butuh Asrama Siswa

0
158
SMPN 6 Gunung Talang (Guntal) Kabupaten Solok yang dikenal sebagai sekolah umum berbasis pesantren, saat ini membutuhkan asrama untuk siswanya. ISTIMEWA

SOLOK, KP – SMPN 6 Gunung Talang (Guntal) Kabupaten Solok yang dikenal sebagai sekolah umum berbasis pesantren saat ini membutuhkan sebuah asrama siswa, guna menampung para siswa yang datang dari kecamatan lain untuk belajar.

Diantaranya, Surian, Pantai Cermin, Alahan Panjang kecamatan Lembah Gumanti, Koto Anau kecamatan Lembang Jaya, Gantung Ciri, kecamatan Kubung dan kecamatan lainnya.

Menurut Kepala Sekolah SMPN 6 Guntal, H. Sakar Saoib, dari tahun ke tahun sekolah umum berbasis Pesantren yang dipimpinnya, memang membutuhkan sebuah gedung asrama, sebagai tempat menginapnya siswa yang datang dari luar kecamatan Gunung Talang.

“Sekolah kita memang sudah sangat butuh pembangunan asrama siswa dan siswi, karena saat ini banyak pelajar kita yang datang dari luar kecamatan. Mudah-mudahan hal ini bisa terwujud,” jelas H. Sakar Soeib.
Ia menyebut, pihaknya juga telah membicarakan hal tersebut bersama beberapa orang anggota DPRD Kabupaten Solok, dan juga pemerintah daerah, baik secara langsung atau melalui komite sekolah.

Diakuinya, SMPN 6 Guntal menjadi satu-satunya SMP di kabupaten itu yang menjadikan sekolah umum berbasis pesantren. Tak hanya itu, sekolah ini juga merupakan sekolah yang tidak memberlakukan Close Circuit Television (CCTV) dan bel sekolah.

Berbeda dengan sekolah lainnya yang ada di kabupaten tersebut, tengah sibuk menerapkan technology canggih di sekolah mereka. Seperti memasang kamera pengintai, bel elektronik atau digital.

“Di SMPN 6 Guntal hal itu tidak berlaku, kita mencoba mendidik siswa berprilaku jujur, terutama kepada diri sendiri, baru kepada orang lain,” terang H. Sakar Soib, yang juga dikenal sebagai ustadz kondang di Kabupaten Solok.

Lanjutnya, jika budaya jujur dan disiplin sudah diterapkan sejak usia dini baik kepada sesama siswa, guru dan juga orang tua, maka anak akan terbiasa berprilaku sopan dan tanggungjawab penuh bukan karena ada orang atau guru yang mengawasi. “Cukup kita ajarkan bahwa mereka kalau salah ada tuhan yang melihat,” ungkapnya.

Disamping itu, katanya. program tersebut juga mendapat dukungan penuh dari para orang tua siswa dan komite sekolah serta masyarakat sekitar.

“Pekerjaan guru sangat mulia, karena mengajarkan ilmu kepada sesama manusia. Jadi keberhasilan siswa dan siswi, adalah tanggungjawab guru dan orang tua agar menjadi manusia berkarakter dan tidak hanya sekedar slogan,” tutur Sakar Soeib.

Ia menambahkan, peran dan tanggungjawab guru dalam membentuk karakter anak didik agar selalu jujur, juga sangat menentukan keberhasilan membentuk karakter si anak. Sekolah umum berbasis pesantern ini, juga dikenal dengan sekolah mirip pesantren, karena cara berpakaian siswa juga diajarkan bagaimana seorang muslim berpakaian.

“Kita ingin mendidik anak-anak mengerti etika dan sopan santun serta memahami ilmu agama, yang akan menjadi bekal mereka dalam menjalani kehidupan baik di dunia maupun untuk akhirat kelak,” pungkasnya. (Wandy)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY